Pramono Belum Mau Umumkan Tanggal Peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai, Kenapa?
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belum bersedia mengumumkan tanggal pasti peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Dia memastikan telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait jadwal peresmian moda transportasi kereta ringan tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunda sementara atau menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Semula, moda transportasi publik berbasis kereta ini dijadwalkan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada, Rabu (26/8/2026).
"Mengenai waktunya kapan, sebenarnya sudah ada komunikasi tetapi saya tidak mau mengumumkan dulu sampai dengan hari H yang betul-betul akan diresmikan oleh Bapak Presiden," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
Dia berharap, kehadiran LRT Jakarta yang rutenya diperpanjang hingga Manggarai dapat menjadi tonggak baru bagi perkembangan transportasi publik di ibu kota.
Politisi PDIP itu menargetkan LRT Jakarta mampu mengangkut sekitar 70.000 hingga 80.000 penumpang setiap hari.
Soroti Penyaluran Bantuan Gempa NTT, Purbaya Sebut Koordinasi Pusat dan Daerah Masih Lemah
"Saya sungguh berharap bahwa peresmian ini akan membuat yang saya sebut dengan milestone baru transportasi di Jakarta, karena kurang lebih akan ada yang diangkut setiap hari antara 70 sampai 80 ribu penumpang," ucapnya.
Adapun, Pramono menetapkan tarif khusus LRT Jakarta sebesar Rp8 per penumpang. Tarif ini berlaku selama masa uji coba hingga moda transportasi itu resmi diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
Pramono mengatakan, tarif Rp8 tersebut ditetapkan sebagai bagian dari semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Sampai dengan diresmikan oleh Bapak Presiden, terus terang kami, saya sudah memutuskan untuk sekaligus uji coba maka tarifnya itu Rp8 setiap orang yang menggunakan transportasi LRT ini," tuturnya.
LRT Jakarta nantinya akan beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 00.00 WIB. Pramono berharap operasional LRT dapat membantu mengurangi beban kemacetan di Ibu Kota.
"Dimulai dari jam 5 pagi sampai dengan jam 12 malam sesuai dengan jadwal KRL. Itulah yang membedakan dari transportasi publik lainnya yang dimiliki oleh Jakarta," ucapnya.









