Pramono Ungkap Kemarau Jakarta Berlangsung hingga 2027, Warga Diminta Waspada Kebakaran
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap musim kemarau diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran, penurunan kualitas udara, hingga gangguan kesehatan masyarakat.
Pramono menyampaikan peringatan tersebut saat memimpin Apel Jaga Jakarta untuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026) pagi.
“Berdasarkan prediksi BMKG, puncak kemarau terjadi pada bulan Agustus sampai dengan September tahun 2026, dengan fenomena El Nino yang masih berlangsung hingga awal tahun 2027,” kata Pramono, Rabu (2/9/2026).
Menurut Pramono, kemarau panjang berpotensi menimbulkan sejumlah persoalan di Jakarta. Selain kekeringan dan penurunan kualitas udara, kondisi panas serta kering juga meningkatkan risiko kebakaran.
“Pada saat yang sama, musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan kering meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat,” sambungnya.
Eks Sekretaris Kabinet ini pun meminta seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan langkah mitigasi. Persiapan mencakup ketersediaan air, pencegahan kebakaran, hingga respons cepat di tingkat wilayah.
“Dalam menghadapi kondisi ini, Saudara-saudara sekalian, saya tidak ingin seluruh jajaran baru bergerak setelah persoalan terjadi,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan selama musim kemarau. Warga diminta menggunakan air secara bijak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kebakaran.
“Tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan memastikan ketersediaan APAR, serta segera melaporkan kepada aparat apabila terdapat potensi kebakaran,” tuturnya.










