Sekjen Golkar Teladani Mbah Wahab, Soroti Karakter NU yang Moderat dan Toleran

Sekjen Golkar Teladani Mbah Wahab, Soroti Karakter NU yang Moderat dan Toleran

Terkini | inews | Senin, 31 Agustus 2026 - 11:47
share

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Muhammad Sarmuji menilai Nahdlatul Ulama (NU) memiliki karakter moderat, toleran, seimbang, dan adil. Menurutnya, karakter tersebut juga tecermin dari keteladanan salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab yang tertuang dalam buku Penyirep Gemuruh.

Sarmuji mengatakan, kisah dalam buku Penyirep Gemuruh menunjukkan cara Mbah Wahab menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan sikap moderat dan musyawarah.

Menurutnya, KH Wahab Hasbullah berhasil menyelesaikan konflik terkait perluasan Masjid Peneleh Surabaya dengan pendekatan yang mencerminkan nilai-nilai utama NU, yakni tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal.

"Karakter NU yang selama ini kita pahami sebagai tawassuth, tawazun, tasamuh, i'tidal. Yaitu moderat, toleran, lalu tawazun itu seimbang, dan i'tidal yaitu adil," ujar Sarmuji saat menjadi pembicara dalam bedah buku Penyirep Gemuruh karya Mbah Wahab di Masjid Gedang PPBU, Tambakberas, Jombang, dikutip Senin (31/8/2026).

Salah satu keteladanan Mbah Wahab, kata Sarmuji, terlihat dari kemampuannya mengakomodasi berbagai pendapat dalam mencari solusi. Mbah Wahab tidak hanya mempertimbangkan pandangan ahli fikih, tetapi juga mendengarkan pendapat dari pihak lain yang memiliki keahlian tertentu.

Menurut dia, cara Mbah Wahab menyelesaikan konflik menjadi contoh persoalan dapat diselesaikan melalui pendekatan yang teduh tanpa mengedepankan pertentangan, tetapi tetap mencari titik temu.

Dia menilai pemikiran Mbah Wahab masih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang menghadapi berbagai bentuk kegaduhan dan perbedaan pandangan.

Menurut Sarmuji, kisah Mbah Wahab memberikan pelajaran konflik tidak selalu harus diselesaikan dengan memperbesar perbedaan. Sebaliknya, dialog, keseimbangan, dan pencarian solusi bersama dapat menjadi jalan untuk menyelesaikan persoalan.

"Pemikiran Mbah Wahab memberikan pelajaran bahwa konflik tidak selalu harus diselesaikan dengan memperbesar perbedaan, melainkan melalui dialog, keseimbangan, dan pencarian solusi bersama," ucap dia.

Topik Menarik