Purbaya Ungkap Isi Pertemuan dengan Kepala BGN: akan Ada Efisiensi Anggaran
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap isi pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Ia menjelaskan akan ada efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 hingga 2027.
"Nggak ada masukan, diskusi aja dia. Ceritain kemajuannya apa. langkah-langkah untuk memperbaiki efisiensi BGN seperti apa. Saya sih senang lihat laporannya dia. Diskusi dengan dia tadi," kata Purbaya saat ditemui awak media di kantornya.
"Tadi minta apa ya? Pada dasarnya akan ada efisiensi-efisiensi yang dilakukan, yang membuat nanti anggarannya nggak sebesar yang dianggarkan, yang dipakai nanti," sambungnya.
Eks Ketua DK LPS ini mengatakan efisiensi tersebut sudah mulai diterapkan pada 2026. Jika pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, penghematan diproyeksikan ikut menekan kebutuhan anggaran MBG pada 2027.
"2026. Otomatis kalau itu bagus ya, ke 2027 juga akan ke bawah efisiensinya. Saya sih berdoa lebih turun. Sepertinya lebih turun. Tapi Anda tanya ke BGN, angka persisnya," jelas Purbaya.
Pembahasan juga mencakup rencana penataan fasilitas dapur MBG. Purbaya menyebut terdapat rencana pembukaan sekitar 13.000 unit dapur, disertai evaluasi terhadap dapur yang dinilai tidak memenuhi standar teknis.
"Ada yang dibuka, ada yang ditutup juga kan. 13.000. Tadi ngomong-ngomong itu dia yang bilang adalah 2.700 yang di T3 ya? Itu akan dibuka yang 13 ribu tapi begini, dia juga bilang akan ada yang ditutup berapa ratus ya yang nggak sesuai dengan desainnya," ungkap Purbaya.
Selain penataan dapur, skema insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi satuan pelayanan juga menjadi bagian dari pembahasan. Purbaya menyebut BGN berencana mengubah mekanisme tersebut agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
"Dia bilang akan dirubah, tapi saya nggak tahu. Anda tanya ke BGN deh. Tapi dia bilang akan dirubah supaya lebih tepat sasaran," tambahnya.
Purbaya melalui akun Instagram resminya turut menegaskan pengawasan terhadap kelayakan seluruh dapur MBG. Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap unit beroperasi sesuai standar sekaligus mencegah dampak negatif terhadap penerima manfaat.
"Pemerintah berkomitmen untuk mengevaluasi seluruh dapur MBG agar beroperasi sesuai standar yang ditetapkan demi menghindari dampak negatif terhadap anak-anak dan konsumen lainnya, serta menindak tegas dapur yang terindikasi melanggar standar dan aturan yang berlaku," tulis akun @menkeuri.










