BRIN Kaji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla: Secara Teori Sangat Memungkinkan

BRIN Kaji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla: Secara Teori Sangat Memungkinkan

Terkini | inews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 15:29
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) masih mengkaji pemanfaatan tepung berbahan dasar singkong untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknologi tersebut dinilai memungkinkan digunakan untuk membantu pemadaman api.

Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan kajian terhadap teknologi berbasis tepung singkong tersebut telah dilakukan. Secara teoritis, bahan tersebut dinilai memiliki potensi untuk digunakan dalam penanganan karhutla.

“Ya, BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan,” kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Meski demikian, pemanfaatan teknologi tersebut masih dalam tahap persiapan. BRIN juga telah berkoordinasi dengan Polri untuk menindaklanjuti rencana penggunaan bahan berbasis singkong tersebut dalam penanganan karhutla.

“Nah sekarang persiapan seperti apa ini kami juga sedang terus kami tunggu update-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya ya,” ujarnya.

Selain mengkaji penggunaan tepung singkong, BRIN turut berkoordinasi dengan Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam penanganan karhutla. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui teknologi modifikasi cuaca.

“Yang jelas kami dengan Polri terkait dengan Karhutla ini, termasuk dengan BMKG, kami juga sudah koordinasi untuk modifikasi cuaca,” kata Arif.

Dia mengatakan BRIN juga menemukan sejumlah materiel yang berpotensi meningkatkan efisiensi teknologi modifikasi cuaca. Materiel tersebut di antaranya Jumakron dan natrium klorida (NaCl) berukuran 25 mikron.

“Ya karena memang BRIN menemukan juga beberapa teknologi ya, material untuk modifikasi cuaca seperti Jumakron, NaCl 25 mikron yang memang itu lebih efisien untuk mengatasi, untuk digunakan, dalam teknologi modifikasi cuaca,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta uji coba produksi massal tepung berbahan dasar singkong untuk membantu penanganan karhutla. Ide tersebut dibahas saat Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan adanya zat berbahan baku tepung yang dinilai dapat digunakan untuk mencegah sekaligus memadamkan api, terutama pada tahap awal kebakaran.

“Izin Pak, terkait dengan zat yang bisa digunakan untuk mencegah apabila ada kebakaran mungkin dulu pernah kami laporkan ke Bapak, bahwa ada sejenis zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung yang bisa digunakan untuk mencegah Pak,” kata Sigit.

Menurut dia, zat tersebut bekerja dengan memisahkan unsur yang dibutuhkan dalam proses pembakaran sehingga api dapat diredam. Teknologi tersebut juga disebut berpotensi digunakan untuk menangani kebakaran dengan skala lebih besar, tergantung jumlah bahan yang digunakan.

“Jadi dia bisa digunakan untuk mencegah, dia juga bisa digunakan untuk memadamkan api. Api mula-mula Pak. Tapi kalau misalkan mungkin luasannya atau size dari cuma tepung tersebut juga cukup, mungkin api dalam bentuk sedang atau besar juga bisa,” ujarnya.

Prabowo kemudian menanyakan bahan baku yang digunakan untuk membuat zat tersebut. Sigit menjawab bahan tersebut berasal dari ubi.

“Tepung itu Pak, tepung dari ubi Pak,” jawab Sigit.

Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis kemudian menjelaskan inovasi tersebut merupakan hasil temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Teknologi itu sebelumnya telah dipaparkan dalam kunjungan Kapolri dan Menko Polkam.

Ujang mengatakan kapasitas produksi bahan tersebut masih terbatas. Prabowo kemudian meminta agar produksinya ditingkatkan dan dilakukan pengujian dalam skala besar.

“Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi? Dari singkong? Wah coba diproduksi dalam skala besar ya, kau ajukan biaya untuk produksinya. Ya kita kita usahakan semua upaya,” kata Prabowo.

Prabowo juga membuka kemungkinan bahan berbasis tepung singkong tersebut digunakan melalui helikopter untuk menjangkau titik-titik kebakaran, seperti konsep water bombing.

“Berarti yang yang kita water bomb bukan water bomb ya, ubi bombing,” ujar Prabowo.

Dia selanjutnya meminta dilakukan pengujian untuk mengetahui efektivitas bahan tersebut jika ditebarkan dari udara, termasuk luas area yang dapat dipadamkan.

“Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa ya,” kata Prabowo.

Dalam rapat yang sama, Prabowo juga meminta BNPB mengecek kemungkinan penggunaan bahan pemadam lain yang lebih efektif dibandingkan air. BRIN diminta meneliti kemungkinan produksi maupun pengadaan bahan tersebut untuk mendukung penanganan karhutla.

“Ya, coba dicek ya, mungkin BRIN ya, coba dicek ya BRIN ya, BRIN, apakah bisa produksi atau kita sourcing. Kan dijual untuk alat ya isinya ya, kita mau isinya cari sourcing dari mana sehingga mungkin lebih efektif untuk tim-tim yang terjun dia, dia udah bawa ya kan tabung-tabung itu mungkin ini lebih cepat gitu,” kata Prabowo.

Topik Menarik