Profil Haakon VIII, Raja Baru Norwegia Pengganti Mendiang Harald V

Profil Haakon VIII, Raja Baru Norwegia Pengganti Mendiang Harald V

Terkini | inews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 14:43
share

OSLO, iNews.id – Era baru monarki Norwegia resmi dimulai setelah Raja Harald V wafat pada 28 Agustus 2026. Takhta kemudian diwariskan kepada putranya, Haakon Magnus, yang kini menyandang gelar Raja Haakon VIII.

Haakon bukan sosok yang tiba-tiba naik takhta. Selama lebih dari tiga dekade, ia telah menjalani kehidupan sebagai putra mahkota sekaligus mempersiapkan diri untuk menggantikan ayahnya.

Kini, tanggung jawab yang selama bertahun-tahun dipersiapkan itu akhirnya berada di pundaknya.

Penasaran siapa sebenarnya Haakon VIII si Raja Norwegia yang baru? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.

Profil Raja Haakon VIII

Haakon VIII lahir di Rumah Sakit Nasional St Hanshaugen, Oslo, pada 20 Juli 1973. Ia merupakan anak kedua sekaligus putra pertama Harald dan Sonja yang saat itu masih berstatus sebagai Putra Mahkota dan Putri Mahkota Norwegia.

Saat Haakon lahir, ia berada di urutan kedua dalam garis suksesi takhta.

Nama Haakon diberikan untuk menghormati kakek buyutnya, Raja Haakon VII, yang naik takhta Norwegia pada 1905 setelah sebuah referendum menyetujui pembentukan monarki di bawah kepemimpinannya.

Sempat Berada di Belakang Sang Kakak

Haakon memiliki kakak perempuan, Märtha Louise. Perubahan konstitusi Norwegia pada 1990 kemudian memperkenalkan prinsip 'absolute primogeniture', yang memberikan hak suksesi berdasarkan urutan kelahiran tanpa membedakan jenis kelamin.

Namun, perubahan tersebut tidak berlaku surut. Karena itu, Haakon tetap berada di garis langsung menuju takhta, sementara Märtha Louise tetap berada satu tingkat di belakangnya dalam urutan suksesi.

Tak lama kemudian, kehidupan Haakon berubah drastis.

Ya, pada 17 Januari 1991, Raja Olav V meninggal dunia. Putranya, Harald, kemudian naik takhta sebagai Raja Harald V. Haakon yang saat itu baru berusia 17 tahun otomatis menjadi Putra Mahkota Norwegia.

Lebih dari 35 tahun kemudian, ia akhirnya mengambil alih takhta setelah ayahnya meninggal dunia.

Pendidikan Militer hingga London School of Economics

Sejak kecil, Haakon mendapatkan pendidikan di Oslo. Setelah menyelesaikan sekolah, ia melanjutkan pendidikan di Norwegian Naval Academy dan lulus pada 1995.

Ia kemudian memperdalam ilmu politik di University of California sebelum melanjutkan studi di London School of Economics.

Pendidikan tersebut menjadi bekal bagi Haakon untuk memahami berbagai persoalan politik, sosial, dan ekonomi yang nantinya akan dihadapinya sebagai anggota senior keluarga kerajaan.

Selama tiga dekade sebagai pewaris takhta, Haakon juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap sejumlah isu, termasuk kebudayaan, pendidikan, dan lingkungan.

Pada 2003, ia ditunjuk sebagai Goodwill Ambassador untuk United Nations Development Programme.

Haakon juga aktif menjalankan berbagai agenda kerajaan dan mewakili Norwegia dalam sejumlah kegiatan internasional.

Berkali-kali Menggantikan Harald V

Persiapan Haakon menjadi raja semakin terlihat ketika kesehatan Harald V mulai menurun.

Dalam beberapa tahun terakhir, Haakon beberapa kali ditunjuk sebagai wali untuk menjalankan tugas kerajaan ketika ayahnya harus menjalani perawatan atau tidak dapat menjalankan agenda resmi.

Ketika Harald menjalani perawatan di rumah sakit pada Agustus 2026, Haakon kembali mengambil alih sejumlah tugas kerajaan.

Pengalaman tersebut membuat transisi kekuasaan setelah wafatnya Harald berlangsung relatif mulus.

Kini, Haakon tidak lagi sekadar menjadi sosok yang menjalankan tugas atas nama ayahnya. Ia telah menjadi kepala negara Norwegia.

Kisah Cinta Haakon dan Mette-Marit

Di luar tugas kerajaan, kehidupan pribadi Haakon juga pernah menjadi perhatian besar publik.

Pada 25 Agustus 2001, Haakon menikah dengan Mette-Marit Tjessem Høiby di Oslo. Pernikahan mereka sempat kontroversial.

Mette-Marit bukan berasal dari keluarga kerajaan dan telah memiliki seorang anak dari hubungan sebelumnya. Ia juga secara terbuka mengakui pernah terlibat dalam lingkungan pesta di Oslo ketika masih muda.

Menjelang pernikahan, Mette-Marit bahkan menyampaikan permintaan maaf secara emosional dalam sebuah wawancara televisi.

Namun, momen tersebut justru menjadi titik balik bagi penerimaan publik terhadap dirinya. Haakon dan Mette-Marit kemudian membangun keluarga dan secara bertahap mendapatkan popularitas yang cukup kuat di Norwegia.

Pasangan tersebut dikaruniai dua anak.

Putri mereka, Ingrid Alexandra, lahir pada Januari 2004. Setahun kemudian, tepatnya Desember 2005, lahir putra mereka, Sverre Magnus.

Keluarga Haakon Kini Jadi Pusat Monarki Norwegia

Sebagai raja baru, Haakon VIII kini akan memimpin keluarga kerajaan Norwegia bersama Mette-Marit. Namun, keluarga tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan.

Ya, Mette-Marit mengurangi kegiatan publik setelah didiagnosis mengalami pulmonary fibrosis. Pada 2026, ia menjalani transplantasi paru-paru.

Di tahun yang sama, namanya juga terseret sorotan setelah hubungan pertemanannya dengan Jeffrey Epstein terungkap.

Persoalan lain muncul dari putranya, Marius Borg Høiby, yang sebelumnya dinyatakan bersalah atas sejumlah pelanggaran, termasuk pemerkosaan, dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Ia kemudian mengajukan banding.

Berbagai persoalan tersebut menjadi ujian bagi Haakon ketika memasuki babak baru sebagai raja.

Putri Ingrid Alexandra Jadi Pewaris Takhta Berikutnya

Naiknya Haakon VIII ke takhta juga mengubah susunan garis suksesi Kerajaan Norwegia.

Putri Haakon dan Mette-Marit, Ingrid Alexandra, kini menjadi pewaris takhta dan akan memikul lebih banyak tanggung jawab kerajaan. Sementara itu, adiknya, Pangeran Sverre Magnus, kini berada di urutan kedua dalam garis suksesi.

Dengan demikian, setelah Haakon VIII, takhta Norwegia pada akhirnya akan diteruskan kepada Ingrid Alexandra.

Warisan Harald V di Pundak Haakon VIII

Haakon kini mewarisi kerajaan yang telah dibangun dan dipimpin ayahnya selama lebih dari tiga dekade.

Harald V dikenal sebagai raja yang memodernisasi monarki Norwegia, membuat institusi kerajaan lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat.

Sang mendiang raja juga dikenal sebagai sosok yang tidak ragu menunjukkan emosi dan berbicara langsung kepada rakyat ketika Norwegia menghadapi masa-masa sulit.

Haakon sendiri pernah mengatakan bahwa ayahnya berusaha membimbingnya semaksimal mungkin selama mempersiapkan diri untuk suatu hari menjadi raja.

Kini, hari yang selama puluhan tahun dipersiapkan itu telah tiba.

Haakon VIII bukan lagi putra mahkota yang menunggu giliran. Ia kini adalah Raja Norwegia dan memegang tanggung jawab monarki yang diwariskan kepadanya oleh mendiang Harald V.

Bersama Ratu Mette-Marit, Haakon VIII akan membawa Kerajaan Norwegia memasuki babak baru, sementara Putri Ingrid Alexandra mulai dipersiapkan untuk menjadi generasi berikutnya dalam garis takhta.

Topik Menarik