BMKG Ungkap Penyebab Asap Karhutla Kalimantan Bisa Terbawa sampai Malaysia-Singapura

BMKG Ungkap Penyebab Asap Karhutla Kalimantan Bisa Terbawa sampai Malaysia-Singapura

Terkini | inews | Senin, 24 Agustus 2026 - 17:33
share

JAKARTA, iNews.id - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berpotensi terbawa angin hingga ke negara tetangga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut pergerakan angin musiman menjadi faktor yang dapat mendorong asap melintasi wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, perpindahan asap lintas batas dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama arah angin yang berlangsung secara berkala.

"Karena terbawa angin," ujar Ardhasena saat dikonfirmasi wartawan, Senin (24/8/2026).

Dia mengatakan pola angin musiman yang terjadi secara rutin dapat membawa partikel asap dari wilayah Indonesia menuju kawasan di luar negeri.

"Angin musiman yang rutin terjadi," katanya.

Terkait mitigasi dampak asap karhutla, Ardhasena menyebut koordinasi penanganan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB mengajak negara-negara di kawasan, termasuk Malaysia dan Singapura, mengedepankan kerja sama dalam menangani potensi dampak asap lintas batas.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan mengatakan karhutla dapat berdampak melampaui wilayah administrasi hingga batas negara. Karena itu, penanganannya membutuhkan upaya bersama.

"Pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton, Minggu (23/8/2026).

Berton mengatakan pemerintah memahami kekhawatiran negara-negara tetangga mengenai kemungkinan meluasnya dampak asap. Di sisi lain, Indonesia terus mengerahkan sumber daya untuk mengendalikan karhutla.

"Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," ujarnya.

Penanganan dilakukan melalui sejumlah operasi, mulai dari pemadaman darat, patroli udara, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penambahan personel TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Topik Menarik