Pramono Akui Sulit Atasi Polusi Jakarta, Sebut Industri yang Pakai Batu Bara Jadi Biang Kerok

Pramono Akui Sulit Atasi Polusi Jakarta, Sebut Industri yang Pakai Batu Bara Jadi Biang Kerok

Terkini | inews | Senin, 24 Agustus 2026 - 16:21
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan upaya mengatasi polusi udara di Jakarta masih sulit dilakukan. Hal itu karena emisi dari aktivitas industri berbahan bakar batu bara di wilayah Ibu Kota dan daerah penyangga.

"Teman-teman sekalian, Jakarta ini salah satu kontributor untuk polusinya itu dari luar Jakarta, daerah pendukung," kata Pramono kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Menurut Pramono, emisi dari industri di wilayah sekitar Jakarta menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam upaya menekan polusi udara. Penggunaan batu bara dalam aktivitas industri dinilai masih memberikan dampak terhadap kualitas udara.

"Kalau itu masih menggunakan batu bara sampai kapan pun ini berkontribusi untuk menaikkan emisi yang ada di Jakarta. Yang kedua, orang-orang yang masih membakar secara apa ya, industri-industri di beberapa tempat itu juga memberikan kontribusi untuk itu," sambungnya.

Pemprov DKI Jakarta juga telah berupaya mengurangi polusi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Rekayasa cuaca tersebut ditujukan untuk memicu hujan yang diharapkan dapat membantu menekan polusi udara.

Namun, pelaksanaan OMC belum membuahkan hasil dalam dua hari terakhir. Pramono menyebut kondisi awan yang tidak mendukung menjadi salah satu kendala dalam proses penyemaian.

"Saya secara langsung meminta kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk bisa menaikkan apa OMC-nya, tetapi karena awannya tidak cukup terutama pada hari Sabtu itu dan hari Jumat, nggak ada yang berhasil," kata dia.

Pramono menyebut Jakarta saat ini juga menghadapi kondisi El Nino. Pemprov DKI tetap akan menjalankan OMC ketika terdapat peluang terbentuknya hujan, meski hasilnya tidak selalu sesuai harapan.

"Memang kita sedang menghadapi El Nino. Jadi kalau ada peluang untuk dibuat hujan buatan kami lakukan, tapi untuk itu sekali lagi bahwa tidak selalu berhasil. Dua hari berturut-turut tidak berhasil," sambungnya.

Untuk menangani persoalan polusi, Pramono menegaskan Pemprov DKI akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut diperlukan karena sebagian kewenangan terkait pengendalian sumber emisi berada di tingkat pemerintah pusat.

"Tentunya Pemerintah Jakarta harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Karena sebagian kewenangannya itu ada di pemerintah pusat," kata Pramono.

Topik Menarik