Garuda Pertiwi Bikin Thailand Tertekan, Timo Scheunemann: Kami Tidak Jomplang
KUDUS, iNews.id - Timnas Indonesia U-16 putri atau Garuda Pertiwi harus mengakhiri perjuangan di Srikandi Merdeka Cup 2026 sebagai runner-up setelah kalah 0-1 dari Thailand. Meski gagal mengangkat trofi, pelatih Timo Scheunemann menilai permainan timnya mampu memberikan perlawanan kuat kepada lawan.
Garuda Pertiwi bahkan mencatat penguasaan bola sedikit lebih tinggi dibandingkan Thailand. Indonesia menguasai 51 persen bola, sedangkan Thailand mencatat 49 persen. Statistik tersebut memperlihatkan pertandingan berlangsung ketat sepanjang 90 menit.
Timo menilai anak asuhnya tidak tampil inferior meski berhadapan dengan Thailand pada pertandingan penentuan. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Garuda Pertiwi tercipta melalui situasi bola mati.
"Kami menguasai 51 bola saat melawan Thailand. Belum pernah kami menghadapi Thailand dengan penguasaan mendekati 50. Kami hanya kebobolan sekali melalui set piece dan mereka tertekan," kata Timo usai laga.
Resmi! Ini Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Garuda Bertabur Bintang
Pelatih Garuda Pertiwi itu juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain. Padatnya jadwal turnamen menjadi tantangan tersendiri karena Indonesia harus menjalani lima pertandingan dalam waktu 10 hari.
"Saya puas dengan para pemain karena meski lelah, mereka tetap bisa memberikan 100. Kombinasi permainan juga keluar, hanya memang kurang sampai ke depan," ujarnya.
Timo: Garuda Pertiwi Tidak Kalah Jauh
Kekalahan dari Thailand tetap meninggalkan kekecewaan bagi Timo dan seluruh pemain Garuda Pertiwi. Apalagi, hasil tersebut membuat Indonesia gagal menjadi juara setelah berada begitu dekat dengan trofi.
Timo menilai pertandingan sebenarnya masih sangat terbuka. Dia bahkan percaya Garuda Pertiwi memiliki peluang besar jika laga berakhir tanpa gol hingga waktu normal dan harus ditentukan melalui adu penalti.
"Ini menyakitkan karena seharusnya kami bisa menang dan masuk ke adu penalti. Kalau sampai penalti, saya yakin kami bisa menang," kata Timo.
Timo juga menolak anggapan Garuda Pertiwi kalah secara kualitas dari Thailand. Menurut dia, perbedaan kedua tim dalam pertandingan tersebut sangat tipis.
"Kami tidak jomplang, tidak kalah jauh. Kalau kalah jauh, ya kalah itu lumrah. Tapi kami tipis dengan mereka," ucap Timo.
Hasil 0-1 memang membuat Garuda Pertiwi kehilangan kesempatan menjadi juara Srikandi Merdeka Cup 2026. Namun, performa dalam pertandingan final menunjukkan Indonesia mampu memberikan tekanan kepada Thailand dan menjaga persaingan tetap ketat.
Penguasaan bola 51 persen menjadi salah satu gambaran dominasi tipis Indonesia. Garuda Pertiwi juga mampu membatasi Thailand hingga hanya mencetak satu gol lewat bola mati.
Dengan demikian, Timo melihat kekalahan tersebut bukan sebagai hasil dari ketimpangan besar di antara kedua tim. Garuda Pertiwi justru mampu menunjukkan level permainan yang kompetitif meski harus menghadapi jadwal padat selama turnamen.
Kegagalan meraih gelar pun menjadi pengalaman penting bagi skuad Garuda Pertiwi. Mereka harus puas dengan posisi kedua setelah kalah tipis dari Thailand pada pertandingan final yang berlangsung di Kudus.










