PB ORADO Resmi Jadi Induk Olahraga Domino Indonesia, Bidik PON 2028

PB ORADO Resmi Jadi Induk Olahraga Domino Indonesia, Bidik PON 2028

Olahraga | inews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 08:41
share

JAKARTA, iNews.id - PB ORADO resmi menjadi induk olahraga domino Indonesia setelah kepengurusannya dilantik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Kamis (20/8/2026). Status tersebut menandai langkah baru olahraga domino menuju pembinaan yang lebih terstruktur dan berjenjang di Tanah Air.

Pelantikan yang berlangsung di kantor KONI itu sekaligus mempertegas posisi Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) sebagai organisasi yang menaungi pembinaan olahraga domino secara nasional. PB ORADO sebelumnya telah diterima sebagai anggota KONI Pusat.

Ketua Umum PB ORADO Yooky Tjahrial mengatakan pelantikan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai organisasi resmi yang menaungi olahraga domino di Indonesia. Menurut dia, status sebagai anggota KONI membawa tanggung jawab besar bagi PB ORADO dalam membangun olahraga domino.

"Hari ini juga menjawab satu hal yang selama ini mungkin masih sering ditanyakan oleh masyarakat: ‘Sebenarnya, organisasi resmi olahraga domino di Indonesia itu siapa?’ Jawabannya jelas, PB ORADO adalah induk organisasi olahraga domino yang telah diterima sebagai anggota KONI Pusat, dan hari ini kepengurusan PB ORADO secara resmi dilantik oleh KONI Pusat,” kata Yooky usai pelantikan di kantor KONI, Kamis (20/8/2026).

Yooky menegaskan status resmi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pengurus untuk merasa lebih tinggi dibandingkan kelompok atau komunitas domino lain. Sebaliknya, pengakuan dari KONI dinilai sebagai amanah untuk membangun olahraga domino secara lebih serius.

“Saya ingin mengingatkan teman-teman semua, status resmi ini bukan untuk membuat kita merasa paling hebat atau lebih tinggi dari siapapun. Justru ini adalah amanah," tambahnya.

Kekuatan PB ORADO saat ini terlihat dari jangkauan organisasinya. ORADO telah hadir di 38 provinsi serta 309 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Cakupan tersebut menjadi modal bagi PB ORADO untuk memperluas pembinaan dan kompetisi olahraga domino di berbagai daerah.

Meski memiliki struktur organisasi nasional, Yooky memastikan PB ORADO tidak datang untuk memperlebar perbedaan dengan komunitas maupun kelompok domino yang sudah lebih dahulu berkembang. PB ORADO justru ingin menyatukan para pegiat domino dalam satu sistem pembinaan olahraga.

"Kita hadir bukan untuk mempertajam perbedaan. Kita hadir untuk menyatukan seluruh insan domino Indonesia ke dalam satu wadah, satu sistem, dan satu tujuan yang sama," jelasnya.

Dalam pengembangan olahraga domino, PB ORADO menempatkan atlet sebagai fokus utama. Yooky menilai pencapaian atlet harus menjadi ukuran penting dalam perjalanan organisasi, termasuk memberikan ruang bagi atlet untuk berprestasi sekaligus dikenal lebih luas.

Dia menegaskan bahwa atlet tetap harus menjadi pusat dari pengembangan olahraga domino. PB ORADO juga memiliki target besar untuk membawa domino masuk ke ajang olahraga nasional dengan mengupayakan cabang tersebut dipertandingkan sebagai olahraga eksibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

"Yang harus menjadi bintang adalah para atlet. Mereka yang harus dikenal, mendapatkan prestasi, menjadi brand ambassador, dan menginspirasi generasi berikutnya," katanya.

Target menuju PON 2028 membuat status PB ORADO sebagai anggota KONI memiliki arti penting bagi perkembangan olahraga domino. Dengan keberadaan organisasi di 38 provinsi dan 309 kabupaten/kota, PB ORADO kini memiliki basis pembinaan yang dapat diarahkan menuju kompetisi olahraga yang lebih terorganisasi.

Pelantikan tersebut sekaligus membuka babak baru bagi olahraga domino Indonesia. Dari aktivitas yang berkembang melalui berbagai komunitas, domino kini memiliki induk organisasi yang telah mendapat pengakuan sebagai anggota KONI Pusat dan membawa ambisi menjadikan atlet sebagai wajah utama olahraga tersebut.

Topik Menarik