Pemerintah Dirikan 34 Tenda untuk Pengungsi NTT, Salurkan 15.438 Porsi Makanan
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyalurkan bantuan ke korban gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Penyaluran dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan dukungan layanan di sejumlah titik pengungsian.
“Kita terus bergerak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Dukungan bantuan terus dilakukan kepada mereka yang membutuhkan, terutama warga yang masih berada di pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Kamis (20/8/2026).
Sejak 17 hingga 19 Agustus 2026, Kemensos telah memproduksi dan mendistribusikan 15.438 porsi makanan bagi warga terdampak melalui layanan dapur umum. Dapur umum di Posko Barang Kolong melayani 3.048 porsi per hari untuk dua kali makan, sedangkan di Posko Golo Conggo sebanyak 2.098 porsi per hari.
Selain layanan permakanan, Kemensos telah menyalurkan 1.000 paket sembako, lima ton beras reguler, serta santunan ahli waris kepada dua keluarga korban meninggal dunia.
Dukungan tempat perlindungan juga diberikan dengan menyalurkan sekaligus memasang tenda gulung kepada warga terdampak melalui penyisiran di sepanjang jalur Ruteng-Reok.
Kemensos juga memberikan dukungan dengan memasang 34 unit tenda di sejumlah lokasi, meliputi RSUD Ruteng, Posko Barang Kolong, Posko Golo Conggo, Bulog Ruteng, Puskesmas Nanu, Puskesmas Todo, Puskesmas Langke Majok, Puskesmas Wae Mbeling, Puskesmas Lao, Panti Nirmala, dan Dinas Sosial PMD.
Sebagai langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan penanganan. Satu titik dapur umum tambahan akan dibuka di Desa Ranaka, Kecamatan Wai Ri’i, untuk melayani sekitar 705 pengungsi.
Selain itu, Kemensos juga akan terus melakukan pendataan di daerah yang belum terjangkau bantuan. “Kami juga akan terus melakukan asesmen dan penjangkauan lanjutan di wilayah terdampak yang belum tersentuh bantuan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB mengakibatkan 72 orang meninggal dunia. Sebanyak 900 orang mengalami luka-luka dan 82.691 orang mengungsi.










