Pesan Pramono di HUT ke-81 RI: Kemerdekaan Bukan Lagi Perang, Melainkan Bekerja Sama 

Pesan Pramono di HUT ke-81 RI: Kemerdekaan Bukan Lagi Perang, Melainkan Bekerja Sama 

Terkini | inews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:56
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap sejumlah capaian dan program pembangunan ibu kota saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Upacara ini diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dalam amanatnya, Pramono menegaskan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan dengan langkah nyata, bukan sekadar wacana.

"Kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang pertempuran fisik dengan mengangkat senjata, melainkan tentang menurunkan ego untuk saling mendengar, bekerja bersama," ucap Pramono dikutip, Selasa (18/8/2026).

Dia menambahkan, kemerdekaan merupakan amanah yang harus diisi dengan kerja nyata untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

“Alhamdulillah, pelaksanaan upacara berlangsung baik, lancar, dan khidmat. Kemerdekaan bukan hanya warisan untuk dikenang dan dirayakan, melainkan amanah yang harus dijaga dan diisi dengan kerja nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata dia.

Pramono menambahkan, ketahanan ekonomi Jakarta terus menunjukkan kinerja positif. Pada kuartal II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen dengan kontribusi 16,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Sementara itu, inflasi Jakarta tercatat 2,5 persen. Menurut Pramono, capaian tersebut menjadi modal untuk mewujudkan target Jakarta masuk 50 besar kota global terbaik pada 2030.

Dia menegaskan pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat.

“Pencapaian ini menjadi dorongan guna memastikan kemajuan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Pembangunan Jakarta diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, mengurangi ketimpangan, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” tuturnya.

Di bidang pembangunan manusia, Jakarta mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi secara nasional, yakni 85,05 pada 2025.

Pemprov DKI Jakarta terus memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, program padat karya, serta dukungan terhadap program Sekolah Rakyat.

“Kemajuan Jakarta harus dimulai dari manusianya. Kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan kualitas hidup harus terbuka seluas-luasnya demi memutus rantai ketidakberuntungan,” tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat layanan publik, kesehatan, konektivitas, dan infrastruktur kota. Sejumlah proyek yang didorong antara lain LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, MRT Fase 2 Bundaran HI-Kota Tua, Pedestrian Deck Dukuh Atas, pembangunan rumah sakit di eks lahan RS Sumber Waras, serta integrasi transportasi menuju Kepulauan Seribu.

“Mulai 2027, transportasi laut ke Kepulauan Seribu akan dikelola secara profesional oleh Transjakarta. Bersamaan dengan itu, penataan ruang kota terus dimaksimalkan, termasuk pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said dan penguatan integrasi transportasi publik di kawasan JIS-Ancol,” ucapnya. 

Di sektor lingkungan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong gerakan memilah sampah dari sumber, mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Jakarta juga memperkuat tata kelola pemerintahan melalui inovasi pembiayaan, termasuk obligasi daerah. Pemprov DKI juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama sembilan tahun berturut-turut.

“Semangat kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang pertempuran fisik dengan mengangkat senjata, melainkan tentang menurunkan ego, saling mendengar, dan bekerja bersama. Bagi Pemprov DKI Jakarta, merdeka berarti memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat merasa dilindungi, aman, nyaman, dan memiliki rasa kepemilikan terhadap kotanya melalui semangat ‘Jaga Jakarta’,” kata dia.

Kepedulian terhadap daerah lain juga diwujudkan dengan memberangkatkan tenaga kesehatan dan menyalurkan bantuan kemanusiaan Rp3,8 miliar bagi korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berasal dari sumbangan sukarela ASN Balai Kota.

Topik Menarik