Tentara AS Dikirim Perang Lawan Iran Mulai Teriak, Kali Ini Prajurit Wanita Kru USS Boxer
ISTANBUL, iNews.id - Para tentara Amerika Serikat (AS) yang bertugas di Timur Tengah mulai berani mengungkap kondisi memprihatinkan yang mereka alami kepada kerabat masing-masing.
Para tentara, terutama yang menempati pos di kapal perang atau kapal induk, menceritakan kondisi buruk serta tekanan mental.yang mereka alami, sebagai dampak terlalu lama bertugas di laut.
Kali ini keluhan disampaikan kerabat mereka yang bertugas di USS Boxer, di antaranya kekurangan produk kebersihan yang urgen, termasuk pembalut.
Laporan media AS, mengutip pernyataan sumber anggota keluarga, melaporkan para tentara wanita di kapal serbu amfibi kelas Wasp tersebut memohon lebih banyak pasokan perlengkapan kewanitaan. Persediaan yang ada sangat tipis sehingga harus dijatah.
Sumber itu juga menduga, paket kiriman dari keluarga tidak pernah sampai ke kapal tersebut.
Namun Armada ke-5 AS membantah laporan bahwa personel militer wanita di kapal USS Boxer mengalami kekurangan produk kebersihan penting.
"Laporan yang muncul mengenai USS Boxer mengalami kekurangan produk kebersihan bagi prajurit wanita adalah tidak benar," bunyi pernyataan Komando Pusat Angkatan Laut AS di media sosial X, seperti dilaporkan kembali Anadolu, dikutip Senin (17/8/2026).
Pihak komando menyatakan, kapal tersebut telah empat kali sandar ke pelabuhan sejak bertolak dari San Diego pada Maret lalu. USS Boxer telah berada di laut selama kurang dari 2 bulan sejak pemberhentian terakhir.
USS Boxer tiba di Timur Tengah pada akhir Juni untuk mendukung operasi militer AS melawan Iran menyusul konflik yang dimulai pada 28 Februari.
"Gugus Tugas Siap Tempur Amfibi Boxer (Boxer Amphibious Ready Group) memiliki peralatan lengkap dan siap melaksanakan seluruh misi yang ditugaskan," demikian pernyataan Armada Ke-5 AS.
Sebelumnya keluhan juga datang dari keluarga tentara AS yang bertugas di kapal induk USS Abraham Lincoln. Para kru mengalami tekanan mental yang hebat setelah hampir 9 bulan berada di laut, juga untuk mendukung operasi militer melawan Iran.
Bahkan senpat beredar kabar tujuh tentara AS tewas dalam keributan di dalam kapal yang kemudian dibantah oleh Pusat Komando AS (Centcom).
Presiden Donakd Trump mengatakan USS George Washington akan menggantikan Abraham Lincoln di Timur Tengah.









