Kementerian Pariwisata Hentikan Festival Golo Koe di Manggarai Barat usai Gempa M7,7

Kementerian Pariwisata Hentikan Festival Golo Koe di Manggarai Barat usai Gempa M7,7

Travel | inews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:42
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menghentikan rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa yang berpusat di kedalaman 15 kilometer dan berjarak sekitar 30 kilometer dari kawasan Mbay-Nagekeo itu memicu sejumlah gempa susulan kuat. Getaran bahkan terasa hingga Labuan Bajo, salah satu kawasan wisata utama di NTT.

Gempa susulan tercatat berkekuatan Magnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA, Magnitudo 4,5 pada pukul 06.22 WITA, dan Magnitudo 5,6 pada pukul 06.37 WITA.

Penghentian rangkaian Festival Golo Koe dilakukan sebagai langkah mitigasi dengan mengutamakan keselamatan wisatawan. Keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana, termasuk di kawasan destinasi super prioritas Floratama yang mencakup Flores, Alor, Lembata, dan Bima.

Kementerian Pariwisata juga mengimbau para pelaku usaha pariwisata, wisatawan domestik dan mancanegara, serta masyarakat setempat untuk tetap tenang. Masyarakat diminta menyaring informasi dan mengikuti perkembangan hanya melalui saluran resmi BMKG, BPOLBF, maupun instansi berwenang.

Gempa tersebut juga menyebabkan sejumlah fasilitas pariwisata mengalami kerusakan. Beberapa hotel, restoran, hingga lokasi wisata dilaporkan terdampak, sementara ratusan wisatawan harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) telah melakukan evakuasi terhadap 986 wisatawan yang sebelumnya sempat terjebak akibat penutupan sementara jalur pelayaran.

Para wisatawan tersebut kini telah tiba kembali di Labuan Bajo dalam kondisi selamat setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan kembali jalur pelayaran.

Seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo juga telah dievakuasi dan diarahkan menuju sejumlah titik aman, seperti kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo.

Sementara itu, wisatawan dari Meurorah Hotel yang sebelumnya dievakuasi ke Puncak Waringin telah dipastikan aman dan diperbolehkan kembali ke akomodasi masing-masing.

Untuk sektor transportasi udara, operasional penerbangan di Bandara Komodo masih berjalan normal dengan pembatasan (with restriction) setelah dinyatakan lolos pemeriksaan kelaikan teknis.

Aktivitas pelayaran laut juga mulai dibuka kembali secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi keselamatan dan perkembangan situasi pascagempa.

Topik Menarik