Maldini Ungkap Alasan Mengejutkan Guardiola Tolak Mentah-Mentah Jadi Pelatih Timnas Italia
MILAN, iNews.id - Pep Guardiola ternyata sempat terlibat dalam pembicaraan serius mengenai proyek besar sepak bola Italia sebelum akhirnya memilih menolak kesempatan tersebut karena kelelahan setelah menjalani satu dekade penuh di Premier League.
Paolo Maldini mengungkap alasan di balik keputusan Guardiola tersebut. Menurut Maldini, pelatih asal Spanyol itu sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah melewati periode panjang dan melelahkan bersama Manchester City.
Guardiola menghabiskan sekitar 10 tahun menangani klub Premier League. Periode panjang tersebut membuat kondisi fisik dan mental menjadi pertimbangan penting sebelum dia mengambil keputusan untuk kembali menangani klub atau proyek baru.
"Karena kelelahan," kata Maldini ketika menjelaskan alasan Guardiola akhirnya menolak kesempatan tersebut dikutip Daily Mail.
"Guardiola baru saja melewati 10 tahun yang melelahkan di Premier League. Dia menjalani operasi punggung. Dia ingin beristirahat," ujarnya.
Meski Guardiola akhirnya mundur, pembicaraan yang berlangsung sebelumnya bukan sekadar pendekatan biasa. Maldini mengungkapkan proses tersebut berjalan sangat serius hingga pihak terkait mempelajari struktur pemain dari level usia muda.
"Tetapi itu adalah pembicaraan yang sangat serius. Kami mempelajari skuad mulai dari U-17 dan seterusnya," lanjut Maldini.
Pembahasan tersebut menarik perhatian karena Guardiola sebenarnya memiliki sejumlah alasan untuk menerima proyek di Italia. Pelatih berusia 55 tahun itu memiliki pengalaman langsung dengan sepak bola Italia setelah menghabiskan dua musim sebagai pemain di Brescia dan Roma.
Guardiola Sempat Ditawari Kendali Besar
Guardiola juga mampu berbicara dalam bahasa Italia. Latar belakang tersebut membuat dia dinilai memiliki modal kuat jika ingin kembali ke Italia, kali ini bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih dengan pengaruh besar terhadap proyek sepak bola.
Proyek yang ditawarkan kepada Guardiola disebut sangat komprehensif. Dia bahkan diproyeksikan memiliki kendali signifikan terhadap sepak bola Italia dalam proyek tersebut.
Namun, faktor kesiapan pribadi akhirnya menjadi penghalang utama. Setelah bertahun-tahun berada di Inggris, Guardiola disebut ingin memenuhi janji kepada keluarganya untuk menetap di Barcelona.
Keputusan tersebut semakin kuat setelah masa kerjanya di Inggris berakhir. Guardiola ingin menggunakan periode berikutnya dalam hidupnya untuk beristirahat dan menjalani kehidupan bersama keluarga di Barcelona.
Usia Guardiola yang kini mencapai 55 tahun juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya. Setelah menjalani periode panjang di level tertinggi Premier League, kembali langsung ke dunia manajemen dinilai membutuhkan komitmen besar.
Guardiola sendiri selama satu dekade di Inggris berada di bawah tekanan tinggi untuk mempertahankan performa Manchester City. Karena itu, kesempatan mengambil jeda menjadi pilihan yang lebih sesuai dengan kondisi dirinya saat ini.
Fakta jika Guardiola sempat membahas proyek Italia secara serius menunjukkan besarnya daya tarik sepak bola Italia bagi sang pelatih. Pengalaman bermain di Brescia dan Roma juga membuat hubungan Guardiola dengan Italia bukan sesuatu yang baru.
Namun, faktor profesional akhirnya harus berjalan beriringan dengan kebutuhan pribadi. Setelah 10 tahun menjalani pekerjaan berat di Premier League dan menjalani operasi punggung, Guardiola memilih tidak langsung kembali ke kursi pelatih.
Maldini pun menegaskan pembicaraan tersebut memiliki tingkat keseriusan tinggi. Bahkan, prosesnya sampai mencakup kajian terhadap skuad dari level U-17 hingga tim senior.
Pada akhirnya, Guardiola memilih istirahat. Keputusan tersebut membuat proyek besar yang sempat dikaitkan dengan dirinya harus berjalan tanpa pelatih Manchester City tersebut.
Guardiola kini menghadapi fase berbeda dalam kariernya. Setelah bertahun-tahun bekerja di level tertinggi sepak bola Inggris, dia memilih memberi ruang untuk pemulihan fisik sekaligus memenuhi komitmen kepada keluarganya di Barcelona.










