Penjualan Mobil RI Naik 32,9, Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga

Penjualan Mobil RI Naik 32,9, Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga

Terkini | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:56
share

JAKARTA, iNews.id - Penjualan mobil di Indonesia melonjak 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan tersebut menjadi salah satu sinyal permintaan domestik dan daya beli masyarakat masih terjaga.

Purbaya mengatakan pemerintah terus memantau berbagai indikator ekonomi untuk menjadi dasar dalam menentukan kebijakan fiskal. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut di tengah dinamika ekonomi global.

"Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar," ujar Purbaya saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Selasa (4/8/2026).

Data yang dipaparkan dalam ajang GIIAS 2026 menunjukkan penjualan sepeda motor juga tumbuh 1,1 persen yoy pada Juni 2026. Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor tersebut dinilai mencerminkan konsumsi masyarakat yang masih cukup kuat.

Sinyal penguatan ekonomi domestik juga terlihat dari sejumlah indikator lain. Penjualan semen dalam negeri tumbuh 13,5 persen yoy pada Juni 2026, sedangkan konsumsi listrik nasional meningkat 10,8 persen yoy.

Pertumbuhan konsumsi listrik tersebut ditopang sejumlah sektor. Konsumsi listrik rumah tangga naik 12,3 persen, sektor bisnis tumbuh 10 persen, sementara sektor industri meningkat 6,5 persen.

Indeks konsumsi ritel juga terus mengalami peningkatan hingga mencapai level 123,3. Deretan indikator tersebut memperlihatkan aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan positif.

Purbaya optimistis kondisi tersebut menjadi gambaran fondasi ekonomi Indonesia yang relatif kuat. Pemerintah akan terus mengawal momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif agar permintaan domestik tetap menjadi salah satu penopang ekonomi nasional.

Ia juga menyoroti posisi strategis industri otomotif dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi turut menciptakan efek berganda melalui penyerapan tenaga kerja, investasi, serta penguatan industri manufaktur.

"Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional," ucap Purbaya.

Topik Menarik