Ngeri! Warga Kepulauan Sula Ditemukan Tewas dalam Perut Ular Piton Raksasa

Ngeri! Warga Kepulauan Sula Ditemukan Tewas dalam Perut Ular Piton Raksasa

Berita Utama | inews | Kamis, 30 Juli 2026 - 16:32
share

SANANA, iNews.id – Warga Kepulauan Sula dimangsa ular piton raksasa hingga meninggal dunia. Korban bernama Hasim Lembesi yang ditemukan setelah warga memburu ular tersebut di kawasan hutan Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Peristiwa tragis itu terekam dalam video warga. Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga terlihat menyusuri kawasan hutan untuk mencari ular piton yang diduga telah menyerang dan menelan korban.

Pencarian dilakukan setelah Hasim tidak kunjung kembali ke rumah usai bepergian dari desa tetangga. Keluarga bersama warga kemudian berusaha mencari keberadaan korban.

Di tengah pencarian, warga menemukan sejumlah barang milik Hasim di tepi jalan. Temuan tersebut menimbulkan kecurigaan bahwa korban mengalami sesuatu dalam perjalanan pulang.

Warga selanjutnya melaporkan penemuan barang tersebut kepada pemerintah desa dan keluarga. Pencarian diperluas hingga ke kawasan hutan di sekitar lokasi.

Tak jauh dari tempat barang bawaan Hasim ditemukan, warga melihat seekor ular piton berukuran besar berkeliaran di dalam hutan. Warga kemudian memburu ular tersebut karena menduga keberadaan reptil itu berkaitan dengan hilangnya Hasim. Ular piton akhirnya dilumpuhkan menggunakan parang.

Setelah ular mati, warga membelah bagian perutnya untuk memastikan dugaan tersebut. Jasad Hasim kemudian ditemukan berada di dalam tubuh ular.

Korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat ditemukan. Warga kemudian mengevakuasi jasadnya menuju rumah duka di Desa Waisakai.

Kasi Humas Polres Kepulauan Sula Ipda Jaya Afandi M Soamole mengatakan, korban diduga diserang ular piton ketika dalam perjalanan pulang.

“Dalam perjalanan korban diduga diserang ular piton hingga meninggal. Kecurigaan muncul setelah warga menemukan barang milik korban di lokasi," ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan keluarga, masyarakat, serta perangkat desa. Peristiwa itu membuat warga setempat gempar sekaligus berduka.

Topik Menarik