Netanyahu Ngotot ke New York meski Diancam Akan Ditangkap

Netanyahu Ngotot ke New York meski Diancam Akan Ditangkap

Terkini | inews | Kamis, 30 Juli 2026 - 07:11
share

WASHINGTON, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap akan datang ke Kota New York, Amerika Serikat (AS), pada September mendatang, meski Wali Kota Zohran Mamdani menyerukan penangkapannya. Netanyahu akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB pada September di Markas Besar PBB, New York.

Mamdani menyerukan penangkapan Netanyahu yang berstatus buronan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) sejak 2024 atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. 

Dalam wawancara dengan Fox News, Netanyahu menegaskan dirinya tak akan pernah bisa ditangkap selama berada di AS, termasuk di Kota New York.

"Pertama-tama, saya akan pergi ke New York. Saya pasti akan berangkat ke sana. Saya akan mengatakan kebenaran di depan pejabat terpilih yang menyebarkan kebencian ini," ujarnya, dikutip Kamis (30/7/2026).

Netanyahu balik menuduh Mamdani mempromosikan perpecahan di antara warga New York dan menargetkan pemeluk Yahudi.

"Dia mengadu domba satu kelompok warga New York dengan kelompok lain. Dia membuat mereka melawan orang Yahudi New York. Maksud saya, apakah kita berada di tahun 1930-an? Apa ini? Begitu banyak kebencian. Begitu banyak kebohongan," kata Netanyahu, merujuk pada penganiayaan Nazi terhadap orang Yahudi menjelang Perang Dunia II.

Para pengkritik Netanyahu dan Israel berulang kali membantah klaim bahwa kecaman mereka sama dengan antisemitisme. Saat berkampanye dalam Pemilihan Wali Kota New York pada 2025, Mamdani melakukan pendekatan ekstensif terhadap komunitas Yahudi New York.

Dalam pesan video pekan lalu, Mamdani menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang seraya mendesak pemerintah AS untuk menegakkan surat perintah penangkapan ICC terhadapnya jika memasuki AS.

Namun, Presiden Donald Trump bersumpah bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap selama berada di AS.

ICC pada November 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Topik Menarik