Panas! Rusia dan Ukraina Saling Serang, 15 Orang Tewas dalam Sehari
KIEV, iNews.id - Rentetan serangan terbaru antara Rusia dan Ukraina kembali menelan korban jiwa. Seperti dilansir dari AP, sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas pada Sabtu (25/7/2026), terdiri atas 12 korban di wilayah Zaporizhzhia yang diduduki Rusia dan tiga korban di wilayah Sumy, Ukraina.
Pejabat yang ditunjuk Moskow di Zaporizhzhia, Yevgeny Balitsky, mengatakan serangan Ukraina menghantam kawasan resor di wilayah tersebut. Sebanyak 12 orang, termasuk empat anak-anak, dilaporkan tewas dan 19 lainnya terluka. Pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.
Di sisi lain, otoritas Ukraina menyatakan tiga orang tewas setelah drone Rusia menghantam sebuah fasilitas sipil di wilayah Sumy. Gubernur Sumy Oleh Hryhorov mengatakan ketiga korban merupakan sopir perusahaan jasa pengiriman Nova Poshta.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim serangan tersebut menyasar lokasi penyimpanan dan peluncuran drone milik Ukraina.
Sebelumnya, Rusia juga melancarkan serangan besar di dekat Kyiv pada Jumat (24/7/2026) yang menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai sekitar 100 lainnya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kemudian memperingatkan bahwa Rusia diduga tengah mempersiapkan serangan rudal skala besar dalam waktu 48 jam ke depan berdasarkan hasil analisis intelijen.
Di tengah meningkatnya serangan Rusia, Ukraina terus menggempur target strategis di wilayah Rusia menggunakan drone jarak jauh. Pada Sabtu, serangan drone Ukraina memicu kebakaran di kompleks Kilang Minyak Tyumen di Siberia Barat. Zelensky juga mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas logistik di Yekaterinburg serta gudang bahan bakar di Rostov-on-Don.
Teknologi drone jarak jauh yang terus dikembangkan Ukraina dinilai berhasil menghambat laju pasukan Rusia sekaligus menekan infrastruktur energi Moskow. Serangan-serangan tersebut juga dilaporkan memicu kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia dan meningkatkan tekanan terhadap Presiden Vladimir Putin.
Sementara itu, Gedung Putih mengungkapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu Zelensky di Washington pada Selasa (28/7/2026). Pertemuan itu direncanakan ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun masih menemui jalan buntu.
Ketegangan juga meluas ke negara lain. Kementerian Pertahanan Rumania menyatakan berhasil menembak jatuh sebuah drone yang memasuki wilayah udaranya di dekat perbatasan Ukraina pada Sabtu.










