Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah

Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah

Terkini | inews | Jum'at, 24 Juli 2026 - 10:03
share

TEL AVIV, iNews.id - Militer Israel dilaporkan menghadapi krisis keuangan akibat membengkaknya biaya perang di berbagai front. Lonjakan pengeluaran operasional membuat anggaran pertahanan mengalami tekanan berat hingga memicu defisit yang diperkirakan mencapai puluhan miliar shekel.

Tekanan anggaran tersebut bahkan disebut memaksa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berencana melepas ribuan personel cadangan. Di saat yang sama, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan Israel terlibat perbedaan pendapat terkait permintaan kenaikan anggaran perang ke level tertinggi.

Laporan media Israel Israel Hayom mengungkap IDF berencana mengurangi ribuan pasukan cadangan pada akhir bulan ini karena tekanan keuangan yang semakin berat di lembaga pertahanan.

Militer Israel disebut tengah bergulat dengan kekurangan dana setelah peningkatan tajam pengeluaran operasional sejak perang berlangsung di berbagai front. Kondisi tersebut menyebabkan defisit anggaran diperkirakan mencapai puluhan miliar shekel.

Perselisihan pun muncul antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan mengenai besaran anggaran pertahanan. Pihak militer mendesak agar anggaran dinaikkan ke tingkat rekor tertinggi untuk memenuhi kebutuhan operasi perang, sedangkan Kementerian Keuangan menolak karena khawatir langkah itu akan semakin memperburuk defisit negara.

Di tengah tekanan anggaran, militer Israel juga menghadapi persoalan kekurangan personel dan peralatan tempur. Stasiun radio militer Israel, Army Radio, melaporkan sejumlah brigade dan batalion pasukan cadangan kini beroperasi tidak dalam kekuatan penuh serta kekurangan tank untuk menjalankan operasi.

Dalam laporan berjudul "Peringatan Angkatan Bersenjata tentang Keruntuhan Pasukan Cadangan", Army Radio menyebut sebuah brigade lapis baja yang baru dikerahkan ke medan tempur utama di Lebanon ternyata tidak memiliki kekuatan penuh.

"Ini bukan brigade penuh. Mereka jauh dari itu," bunyi laporan yang dikutip pada Jumat (24/7/2026).

Laporan tersebut mengungkap para komandan dan prajurit memberikan gambaran yang berbeda dengan informasi yang disampaikan para pengambil keputusan. Seorang komandan pasukan cadangan mengatakan masyarakat mendengar bahwa brigade penuh telah dikirim ke Lebanon, padahal kenyataannya formasi yang diterjunkan jauh lebih kecil.

"Jumlah tentara, tank, dan kendaraan jauh lebih rendah," ujarnya.

Army Radio juga melaporkan militer Israel tidak lagi memiliki cukup tank siap tempur. Banyak kendaraan lapis baja rusak akibat pertempuran dan dinonaktifkan sehingga sejumlah kompi harus beroperasi dengan jumlah tank di bawah kebutuhan.

Sejak Oktober 2023, Israel terlibat operasi militer di berbagai wilayah, termasuk Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat. Operasi di banyak front tersebut disebut semakin membebani kebutuhan personel, perlengkapan militer, serta anggaran pertahanan.

Sebelumnya, harian Yedioth Ahronoth juga melaporkan militer mulai mengurangi pemanggilan pasukan cadangan secara signifikan. Langkah itu dilakukan dengan alasan aktivitas tempur di berbagai front mulai berkurang, di tengah tekanan yang terus membayangi anggaran pertahanan Israel.

Topik Menarik