Ikuti Jejak Marc Marquez, Joan Mir Diprediksi Bangkit Bersama Gresini Ducati
HOHENSTEIN-ERNSTTHAL, iNews.id – Joan Mir mengikuti jejak Marc Marquez dengan meninggalkan tim pabrikan Honda dan bergabung bersama Gresini Ducati. Marquez menilai perpindahan tersebut bisa menjadi langkah tepat untuk menghidupkan kembali karier mantan rekan setimnya itu di MotoGP.
Mir akan memperkuat Gresini Racing dan mengendarai Ducati Desmosedici mulai musim 2027. Musim tersebut menjadi tahun kesembilannya berkompetisi di kelas utama.
Jalur karier Mir mengingatkan pada keputusan Marquez setelah MotoGP 2023. Marquez meninggalkan Honda usai melewati dua musim tanpa kemenangan serta rentetan masalah cedera yang dimulai pada 2020.
Juara dunia MotoGP tersebut kemudian memilih bergabung dengan Gresini untuk musim 2024. Keputusan turun dari tim pabrikan ke tim satelit menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya.
Joan Mir Sulit Bersinar bersama Honda
Mir bergabung dengan Honda Racing Corporation pada 2023 setelah Suzuki mundur dari MotoGP pada akhir musim sebelumnya. Dia datang dengan status mantan juara dunia bersama Suzuki.
Namun, perjalanan Mir bersama Honda tidak berjalan sesuai harapan. Dalam tiga setengah musim, dia hanya mampu meraih dua podium.
Situasi tersebut mendorong Mir mengambil jalan serupa dengan Marquez. Dia meninggalkan tim pabrikan dan memilih lingkungan baru bersama Gresini Ducati.
Marquez mendukung penuh keputusan tersebut. Dia menilai Mir memiliki bakat besar dan kemampuan untuk kembali memperlihatkan kualitas terbaiknya.
“Joan Mir merupakan juara dunia, jadi dia bisa melakukan apa yang dia inginkan, terutama karena dia sangat berbakat,” kata Marquez, dikutip dari Crash.
“Saya berlatih bersamanya dalam motocross, flat track, dan menggunakan CBR. Dia sangat berbakat,” ujarnya.
Tekanan Lebih Kecil Bisa Jadi Kunci
Marquez menilai kemampuan mengendarai motor bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seorang pembalap. Kepribadian, tekanan, serta kemampuan mengendalikan situasi juga memiliki pengaruh besar.
“Namun, terkadang semuanya bergantung pada kepribadian dan berbagai hal lainnya,” tutur Marquez.
“Saya merasa Joan Mir akan tampil sangat baik karena balapan bukan hanya soal mengendarai motor. Balapan juga tentang mengendalikan momen dan tekanan,” katanya.
Menurut Marquez, tim satelit memang memiliki anggaran lebih kecil dibandingkan tim pabrikan. Namun, kondisi tersebut juga membuat tekanan terhadap pembalap menjadi lebih rendah.
“Di tim satelit, Anda memiliki uang yang jauh lebih sedikit, tetapi tekanannya juga jauh lebih kecil. Terkadang, itulah yang Anda butuhkan pada momen tertentu dalam karier,” ucapnya.
Marquez menilai kebutuhan setiap pembalap dapat berubah seiring perjalanan karier. Ada masa ketika seorang pembalap siap naik menuju tim pabrikan, tetapi ada pula situasi saat lingkungan tim satelit justru lebih dibutuhkan.
“Terkadang Anda siap pindah ke tim pabrikan karena memang sudah siap melakukannya. Namun, di tim satelit, terutama Gresini yang sangat saya kenal, dia akan menemukan atmosfer yang tepat untuk sekadar membalap dan menikmatinya. Itulah yang ingin dia lakukan,” ujar Marquez.
Pengalaman Marquez bersama Gresini membuat penilaiannya terhadap masa depan Mir semakin menarik. Lingkungan dengan tekanan lebih ringan dinilai dapat membantu Mir menikmati balapan dan kembali memperlihatkan bakat yang pernah membawanya menjadi juara dunia.










