Jogja Mencekam! Rombongan Pemotor Diserang Warga gegara Kesal Suara Knalpot Brong
YOGYAKARTA, iNews.id – Kondisi mencekam terjadi di kawasan Jalan Margo Utomo, Kota Yogyakarta, pada Mingu (19/7/2026) dini hari. Ratusan warga menyerang rombongan pemotor yang melintas karena sengaja menggeber-geber gas motor (blayer) dengan knalpot brong (blombongan).
Karena diserang warga, rombongan pemotor tersebut kocar-kacir hingga nekat berputar balik dan melawan arus di Jalan Margo Utomo yang seharusnya berlaku satu arah.
Berdasarkan informasi di lapangan, bentrokan pecah tepat di belokan depan pintu masuk sisi utara Stasiun Yogyakarta. Kebisingan yang ditimbulkan oleh ratusan simpatis komuntas motor tersebut sangat mengganggu ketenangan warga, salah satunya warga Kampung Jogoyudan yang berada di bantaran Sungai Code.
Bahkan, saking kerasnya, pekikan suara knalpot brong tersebut dilaporkan terdengar hingga radius 1 kilometer dan memicu kepanikan. Warga mengaku terpaksa mengambil tindakan tegas demi melindungi kenyamanan lingkungan.
"Mereka blayer-blayer tepat di depan kampung saya. Di sini banyak orang sakit dan orang tua yang sudah sepuh, kami sangat terganggu. Kalau ada yang punya penyakit jantung lalu meninggal, siapa yang tanggung jawab? Makanya ini inisiatif dari warga sendiri untuk mengantisipasi," ujar Putra, salah seorang warga Kampung Jogoyudan.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Yuyun, warga Jogoyudan lainnya. Ia meminta ada tindakan tegas dari pihak terkait agar aksi serupa tidak terus terulang. "Setiap malam minggu bolehlah kalau mau muter-muter, silakan. Tapi mohon maaf, kampung kami terlalu terganggu kalau seperti ini," tuturnya.
Kawasan Jalan Margo Utomo terletak persis bersebelahan dengan ikon wisata Jalan Malioboro. Aksi ugal-ugalan komunitas motor ini pun otomatis menodai kenyamanan para wisatawan yang sedang menikmati suasana malam di pusat kuliner angkringan legendaris tersebut.
Seorang pengendara motor yang melintas, Dedi, membenarkan suasana mencekam saat bentrokan terjadi. "Tadi ada yang blayer-blayer mas, jadi orang kampung ramai. Warga merasa sangat terganggu, tidak tahu itu dari komunitas mana," kata Dedi.
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Saat kejadian berlangsung, warga mengaku sama sekali tidak melihat adanya penjagaan atau pengamanan dari pihak kepolisian di sekitar lokasi. Melalui kejadian ini, masyarakat berharap aparat kepolisian dapat memperketat patroli dan menjaga ketertiban, khususnya pada malam Minggu saat kawasan Margo Utomo dipadati anak muda









