Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

Berita Utama | inews | Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:56
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim sistem pemilu negaranya sangat rentan terhadap campur tangan pihak asing. Dia bahkan menuding infrastruktur pemilu AS menjadi sasaran serangan berbagai kekuatan asing, termasuk China, Rusia, Iran, dan Korea Utara.

Oleh karena itu Trump menilai sistem pemilu AS saat ini tidak layak dipertahankan karena memiliki banyak celah keamanan. Menurut dia, kerentanan tersebut memungkinkan pihak asing memperoleh data pemilih hingga memengaruhi jalannya pemilu.

Trump menyampaikan pernyataan itu dalam pidato pada Kamis lalu, bersamaan dengan pengungkapan atau deklasifikasi temuan intelijen yang diklaim menunjukkan adanya campur tangan asing dalam sistem pemilu AS.

Mengutip laporan CIA, Trump mengatakan sejak pertengahan 2018, saat dirinya menjabat presiden periode pertama, Partai Komunis China menjalankan kebijakan untuk "memanfaatkan seluruh elemen dalam dan luar negeri".

Dia menuding China berupaya mengurangi perolehan suaranya pada Pilpres 2020, memaksanya mundur dari dunia politik, atau mencegahnya kembali mencalonkan diri sebagai presiden.

Trump juga menuduh pemerintah China membayar sejumlah jurnalis AS yang kerap memberitakan dirinya secara negatif agar terus melakukan hal yang sama.

"Seperti dinyatakan dalam salah satu penilaian, kami menilai bahwa musuh-musuh Amerika Serikat, termasuk setidaknya Rusia, China, Iran, Korea Utara, serta aktor-aktor non-negara, memiliki kemampuan untuk membahayakan infrastruktur pemilu AS," ujarnya.

Selain itu, Trump mengeklaim ratusan juta data pemilih AS berada di tangan pemerintah asing. Dia juga menyebut masih ratusan ribu warga asing bahkan orang meninggal dunia tercantum dalam daftar pemilih tetap.

Menurut Trump, fakta-fakta tersebut menunjukkan sistem pemilu AS "sangat rusak dan rentan", sehingga tidak boleh dipertahankan tanpa reformasi menyeluruh.

"Menteri Keamanan Dalam Negeri (Markwayne Mullin) akan memberikan pengarahan untuk menjelaskan tugas departemennya baru-baru ini, mengonfirmasi kerentanan siber dalam sistem pemungutan suara elektronik kita, kerentanan tersebut buruk," tuturnya.

Topik Menarik