Ketegangan AS-Iran Memuncak, Teheran Tolak Berunding di Tengah Saling Serang
TEHERAN, iNews.id - Bukannya mereda, konflik perang antara Amerika Serikat dan Iran justru kian membara dalam beberapa hari terakhir akibat kedua belah pihak yang saling memperluas jangkauan target mereka.
Pada Selasa lalu, Trump menegaskan bahwa militer AS akan terus mengintensifkan serangan dalam beberapa hari ke depan. AS bahkan mengancam akan menyasar infrastruktur penting seperti pembangkit listrik dan jembatan pada pekan depan, kecuali Iran bersedia kembali ke meja perundingan. Ancaman ini menyusul aksi Iran yang sebelumnya sempat menggempur markas jet tempur F-18 AS di pangkalan udara Yordania.
Namun, tawaran diplomasi tersebut ditepis oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei. Ia menyatakan bahwa Teheran sama sekali tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS saat ini dan memilih untuk fokus pada pertahanan. Terlebih lagi, Iran baru-baru ini dilaporkan berhasil merontokkan drone mata-mata AS menggunakan rudal pertahanan terbaru mereka.
Sementara itu, dampak kemanusiaan terus membayar mahal konflik ini. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa rentetan serangan AS selama sepekan terakhir telah menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai lebih dari 300 warga lainnya.










