Jadi Target Pembunuhan, Trump Bersumpah Musnahkan Iran

Jadi Target Pembunuhan, Trump Bersumpah Musnahkan Iran

Terkini | inews | Rabu, 15 Juli 2026 - 07:03
share

TEHERAN, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersumpah akan menghancurkan Iran jika dirinya benar-benar menjadi korban upaya pembunuhan yang menurutnya telah lama direncanakan Teheran. Trump mengaku telah memerintahkan militer AS menyiapkan serangan besar-besaran sebagai respons apabila ancaman tersebut menjadi kenyataan.

Trump bahkan menyatakan sekitar 1.000 rudal telah disiapkan untuk menghantam Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul. Dia menegaskan militer AS siap melancarkan operasi yang diklaim mampu memusnahkan Iran sepenuhnya dalam waktu satu tahun, dengan kemungkinan diperpanjang bila diperlukan.

“1.000 rudal telah siap diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan lainnya segera menyusul,” kata Trump dalam unggahan di akun Truth Social, belum lama ini.

Trump mengatakan dirinya telah mengeluarkan perintah untuk serangan tersebut. Menurut dia, langkah itu akan dijalankan jika Iran benar-benar berusaha membunuhnya.

Presiden juga mengeklaim Iran telah mengincarnya selama beberapa tahun, meski tidak menyertakan bukti untuk mendukung pernyataannya.

Sebelumnya, Trump mengatakan dirinya menjadi target Iran sebagai bentuk balas dendam atas operasi militer AS yang menewaskan komandan pasukan elite Quds, Qasem Soleimani, pada 2020.

Dalam wawancara dengan The New York Post, Trump mengungkapkan telah menginstruksikan militer AS untuk melancarkan serangan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya apabila Iran berhasil melaksanakan rencana pembunuhan terhadap dirinya.

“Saya sudah lama masuk dalam daftar target mereka,” ujar Trump, seraya menambahkan para pejabat telah diperintahkan untuk mengebom Iran pada level yang belum pernah dialami negara tersebut sebelumnya.

Meski melontarkan ancaman keras, Trump mengaku berharap skenario tersebut tidak pernah terjadi.

Sebelumnya, di sela-sela KTT NATO di Turki, Trump juga menyatakan kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir. Dia menuduh Teheran melanggar komitmen dalam MoU Islamabad yang menjadi dasar penghentian sementara konflik.

Meski demikian, Trump menegaskan jalur perundingan dengan Iran masih akan terus dilanjutkan.

Menanggapi ancaman tersebut, para pejabat Iran menegaskan negaranya siap membela diri dan tidak akan menyerah terhadap tekanan Washington. Mereka juga menuding AS sengaja meningkatkan ketegangan serta menegaskan Iran memiliki hak untuk membalas setiap serangan yang diterimanya.

Ketegangan terbaru antara AS dan Iran terus memengaruhi stabilitas kawasan. Pernyataan keras dari kedua belah pihak juga memperbesar ketidakpastian terhadap masa depan kesepakatan damai permanen yang masih diupayakan.

Topik Menarik