Hadapi Musim Kemarau Lebih Panjang, Menhut: Kalau Bisa Zero Karhutla

Hadapi Musim Kemarau Lebih Panjang, Menhut: Kalau Bisa Zero Karhutla

Terkini | inews | Selasa, 14 Juli 2026 - 21:14
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menginstruksikan jajarannya menekan jumlah kebakaran hutan dan lahan semaksimal mungkin melalui langkah-langkah pencegahan. Langkah ini perlu dilakukan seiring proyeksi musim kemarau yang datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya.

Diketahui, musim kemarau diprediksi bisa berlangsung hingga September 2026.

Karena itu, dia memandang berbagai upaya konkret perlu dipersiapkan sejak dini agar karhutla dapat dikendalikan dengan lebih baik. 

“Hal-hal apa yang kita lakukan secara konkret agar kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini dan tahun depan bisa kita kendalikan dengan lebih baik, angkanya lebih turun. Idealnya kalau bisa zero karhutla mungkin itu sangat ideal, tapi paling tidak angkanya bisa kita tekan semaksimum mungkin,” kata Menhut dalam rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum Kemenhut, Selasa (14/7/2026).

Selain memperkuat pencegahan, Kemenhut akan mengevaluasi berbagai instrumen pengendalian, mulai dari kebutuhan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di wilayah rawan, hingga kesiapan personel dan peralatan di lapangan. 

Dia menegaskan, seluruh langkah tersebut akan dihitung berdasarkan kebutuhan riil agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif.

Menhut menekankan, pembenahan tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga mencakup penyempurnaan regulasi dan tata kelola agar pengendalian karhutla dapat berjalan lebih efektif dalam jangka panjang. 

“Yang saya inginkan adalah perbaikan struktural, jadi bukan hanya kasus. Ada regulasi apa yang perlu diperbaiki, harus apa yang kita lakukan sehingga sifatnya berubah struktural dan long term, sehingga ada sesuatu yang lebih ajeg untuk teman-teman bergerak memperbaiki,” ujarnya.

Topik Menarik