Messi Cs Disebut Bodoh! Nyanyian Malvinas Sebelum Semifinal Piala Dunia Bikin Veteran Inggris Murka

Messi Cs Disebut Bodoh! Nyanyian Malvinas Sebelum Semifinal Piala Dunia Bikin Veteran Inggris Murka

Olahraga | inews | Selasa, 14 Juli 2026 - 10:03
share

ATLANTA, iNews.id – Chant Malvinas yang dinyanyikan para pemain Argentina usai lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 memicu kontroversi besar. Menjelang duel panas melawan Inggris, lagu tersebut mendapat kecaman keras dari para veteran Perang Falkland yang menilai aksi itu tidak menghormati para korban konflik 1982.

Argentina memastikan tiket ke semifinal setelah mengalahkan Swiss melalui babak perpanjangan waktu dalam laga yang juga diwarnai kontroversi keputusan VAR. Kemenangan tersebut mempertemukan juara bertahan itu dengan rival lamanya, Inggris, di Atlanta.

Selepas pertandingan, Lionel Messi dan rekan-rekannya terlihat menyanyikan lagu yang menyebut "Las Malvinas", sebutan Argentina untuk Kepulauan Falkland. Lagu itu juga berisi harapan agar Argentina kembali menjadi juara dunia.

Aksi tersebut langsung menuai reaksi dari para veteran Inggris yang pernah bertempur dalam Perang Falkland pada 1982. Konflik itu menewaskan 255 personel militer Inggris dan 649 tentara Argentina.

Veteran Perang Nilai Chant Malvinas Tidak Menghormati Korban

Simon Weston, mantan prajurit Welsh Guard yang mengalami luka bakar parah akibat pengeboman kapal Sir Galahad, menilai lagu tersebut tidak menghormati para korban perang, termasuk tentara Argentina yang gugur.

"Ini menghina orang-orang yang meninggal, termasuk warga Argentina. Mereka menyanyikan lagu yang tidak memiliki makna, itu bodoh dan tidak relevan."

"Tak satu pun pesepak bola ini, dalam ketidaktahuan mereka, hidup pada 1982. Sungguh kekanak-kanakan."

"Kita akan melakukan apa untuk Malvinas? Memenangi pertandingan sepak bola."

"Ini menunjukkan keseriusan pengorbanan dan kehilangan nyawa telah diremehkan. Warga kepulauan itu berhak hidup tenang menentukan masa depan mereka sendiri."

"Demokrasi benar-benar diabaikan oleh Argentina. Saya tidak mengerti apa yang sebenarnya dinyanyikan tim sepak bola Argentina."

"Ini hanya nyanyian yang kekanak-kanakan dan saya berharap Inggris menang."

Laksamana Muda Chris Parry, veteran Falkland lainnya, juga mengecam lagu tersebut. Menurutnya, Argentina tidak memiliki klaim sah atas Kepulauan Falkland, terlebih setelah invasi militer pada 1982.

"Sangat konyol mereka menyanyikan lagu itu."

"Argentina tidak memiliki klaim yang sah atas Falkland, dan kalau pun pernah ada, klaim itu hilang setelah invasi. Mereka tidak bisa berbuat curang dalam perang seperti saat Maradona mencetak gol 'Tangan Tuhan'. Sayangnya, 255 warga Inggris meninggal demi mempertahankan wilayah kedaulatan Inggris."

"Orang-orang terluka di kapal saya dan ada yang meninggal, termasuk orang yang saya kenal sangat baik. Saya yakin keluarga mereka akan kecewa karena persoalan yang sudah selesai kembali diungkit."

"Argentina harus sangat berhati-hati sebelum kembali memancing singa. Politik tidak seharusnya dibawa ke dalam olahraga seperti ini."

Kapten Jeremy Larken, yang memimpin HMS Fearless selama konflik Falkland, juga menyebut lagu tersebut sebagai tindakan yang tidak menghormati perang.

"Tidak menghormati jika mereka menyanyikan lagu tentang perang."

"Namun, orang Argentina memang selalu menginginkan Falkland, itu sudah melekat dalam diri mereka."

"Saya senang Inggris berhasil melaju sejauh ini dan jika Harry Kane serta rekan-rekannya bisa menjadikan hal ini sebagai tambahan motivasi, itu akan sangat bagus."

Kepulauan Falkland yang dihuni sekitar 3.500 penduduk masih menjadi sumber sengketa antara Inggris dan Argentina. Argentina menganggap wilayah yang mereka sebut Las Malvinas itu milik mereka, sedangkan Inggris telah mengklaim kepulauan tersebut sejak 1765 sebelum membangun permukiman permanen.

Menjelang laga semifinal, media sosial juga diramaikan meme yang menampilkan mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher sebagai wasit pertandingan. Sementara itu, Lisa Watson, editor surat kabar Penguin News di Falkland yang mengalami langsung konflik saat masih remaja, mengakui pertandingan Inggris kontra Argentina selalu membangkitkan kenangan mendalam.

"Selalu ada retorika yang datang dari Argentina, selalu ada seseorang yang marah di sana."

"Ini adalah masa yang emosional bagi semua orang di sini."

"Saya merasa pertandingan ini menegangkan dan membangkitkan banyak emosi serta kenangan."

"Tidak bisa dimungkiri pertandingan ini membawa begitu banyak sejarah."

Selain menyebut Malvinas, lagu yang dinyanyikan skuad Argentina juga menyinggung Diego Maradona, yang terkenal dengan gol kontroversial "Tangan Tuhan" saat menyingkirkan Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko.

Lagu tersebut juga menjadi dukungan agar Argentina kembali menjuarai Piala Dunia pada turnamen internasional terakhir Lionel Messi.

Lirik Chant Asli:

Soy hincha de la Selección
La aliento con el corazón,
Ganamos la tercera con Lionel,
Queremos ser campeones otra vez.
Y 32 años después, La Scaloneta va a vengar
La Copa que le robaron al diez,
La que no nos dejaron levantar.
Quiero ver la cuarta estrella,
Brillar en la camiseta.
Soy argentino de la cuna hasta el cajón.
Por Malvinas, por el Diego, por la última de Leo,
Argentina quiero verte bicampeón.

Terjemahan:

Saya adalah pendukung tim nasional. Saya mendukungnya dengan sepenuh hati.
Kami memenangkan gelar ketiga bersama Lionel,
dan kami ingin menjadi juara sekali lagi.
Dan 32 tahun kemudian, La Scaloneta akan membalas dendam.
Trofi yang direbut dari pemain nomor 10,
trofi yang tidak diizinkan untuk kami angkat.
Saya ingin melihat bintang keempat bersinar di jersey.
Saya orang Argentina dari lahir hingga meninggal,
untuk Malvinas, untuk Diego, untuk babak terakhir Leo.
Argentina, saya ingin melihat Anda menjadi juara berturut-turut.

Topik Menarik