Terowongan MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Resmi Tersambung, Tembus Kedalaman 28 Meter

Terowongan MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Resmi Tersambung, Tembus Kedalaman 28 Meter

Berita Utama | inews | Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:29
share

JAKARTA, iNews.id - Terowongan arah utara (northbound tunnel) MRT Jakarta yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota resmi terhubung. Penyelesaian ini ditandai dengan momen breakthrough, yakni saat mesin bor terowongan 1 berhasil mencapai titik akhir penggalian dan menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.

Dengan pencapaian tersebut, terowongan arah utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer kini telah menghubungkan Fase 1 dan Fase 2A lintas utara-selatan MRT Jakarta.

PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor menggunakan tiga mesin bor terowongan untuk membangun jalur arah utara pada proyek Fase 2A. 

Masing-masing mesin bekerja sesuai paket kontrak, yakni CP201 dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menuju Harmoni, CP202 dari Harmoni menuju Mangga Besar, dan CP203 dari Mangga Besar menuju Kota.

Pada titik breakthrough di sisi selatan Stasiun Mangga Besar, terowongan arah utara berada pada kedalaman hingga 28 meter di bawah permukaan tanah. Kedalaman tersebut menjadikannya sebagai terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, bersama dengan terowongan di Stasiun Sawah Besar.

TBM 1 pada paket CP202 membangun terowongan antara Stasiun Harmoni dan Stasiun Sawah Besar sepanjang sekitar 395 meter, serta terowongan penghubung Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Mangga Besar sepanjang 800 meter. Dalam prosesnya, mesin berdiameter sekitar enam meter itu melakukan crossing di bawah kanal yang berada di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, mengatakan penyelesaian penggalian terowongan jalur arah utara menjadi tonggak penting dalam pembangunan MRT Jakarta Fase 2A.

"Pencapaian ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta,” ujar Weni, dikutip Sabtu (11/6/2026).

“Proses penggalian terowongan jalur arah utara dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya sehingga proyek dapat terus berjalan sesuai jadwal," sambungnya.

Saat ini, tim konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor masih menyelesaikan pembangunan terowongan arah selatan (southbound tunnel) dari Kota menuju Bundaran HI. Seluruh terowongan Fase 2A lintas utara-selatan ditargetkan rampung pada kuartal IV 2026.

Hingga 25 Juni 2026, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 61,8 persen. PT MRT Jakarta menargetkan segmen 1 Bundaran HI–Monas dapat selesai dan beroperasi pada akhir 2027, sedangkan segmen 2 yang menghubungkan Monas hingga Kota ditargetkan beroperasi pada akhir 2029.

Topik Menarik