3 Pekerja Pipa Air Tewas di Gorong-Gorong Jaktim, Ini Reaksi Pramono

3 Pekerja Pipa Air Tewas di Gorong-Gorong Jaktim, Ini Reaksi Pramono

Terkini | inews | Jum'at, 10 Juli 2026 - 18:27
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah menerima laporan adanya tiga pekerja subkontraktor yang tewas saat mengerjakan saluran gorong-gorong di depan Pintu III Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Dia mengatakan satu korban merupakan Warga Negara Asing (WNA).

"Memang benar ada tiga korban, satu di antaranya merupakan warga negara asing," kata Pramono kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Pramono menyatakan seluruh penanganan terhadap korban telah dilakukan. Seluruh korban disampaikan Pramono merupakan pekerja subkontraktor yang tengah mengerjakan proyek.

"Peristiwa tersebut terjadi bukan di PAM Jaya, melainkan di pihak subkontraktor yang sedang melaksanakan pekerjaan," tutur dia.

Terpisah, PT PAM Jaya menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang menimpa para pekerja itu. Para pekerja diduga tewas akibat kekurangan oksigen ketika terpapar gas di dalam saluran. 

“Kami sangat-sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pekerjaan konstruksi,” kata Komisaris Utama PT PAM Jaya (Perseroda) Prasetyo Edi Marsudi dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Pascakejadian itu, PAM Jaya telah meminta PT Moya Indonesia selaku pengembang untuk melakukan investigasi secara menyeluruh. Perseroan daerah itu juga menginstruksikan PT Moya untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kami telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh menyelesaikannya dengan baik sesuai kemanusiaan dan hukum,” ucapnya.

Dia menyatakan, PAM Jaya akan melakukan tindakan tegas kepada PT Moya sesuai perjanjian dua korporasi. Selain itu, pihaknya juga tidak diam saja menerima laporan investigasi PT Moya.

“PAM Jaya akan memberikan surat peringatan (SP) kepada PT Moya Indonesia, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutur dia.

Sementara itu, PT Moya Indonesia melalui keterangan resminya menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pekerja konstruksi. Diketahui pekerjaan tersebut merupakan proyek pembangunan jaringan distribusi air bersih PAM Jaya.

Pembangunan infrastruktur jaringan distribusi air bersih tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan layanan air minum bagi warga Jakarta.

"Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek. Moya akan terus memperkuat penerapan standar keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," kata PT Moya Indonesia dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Topik Menarik