BRIN Siapkan Bandar Antariksa Nasional, Biak Dipilih Jadi Lokasi Paling Strategis

BRIN Siapkan Bandar Antariksa Nasional, Biak Dipilih Jadi Lokasi Paling Strategis

Terkini | inews | Rabu, 8 Juli 2026 - 14:42
share

JAKARTA, iNews.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana membangun Bandar Antariksa Nasional sebagai gerbang utama Indonesia menuju ruang angkasa. Pulau Biak, Papua, menjadi lokasi yang diprioritaskan, karena dinilai memiliki posisi geografis yang ideal untuk peluncuran satelit.

Rencana tersebut disampaikan Kepala BRIN, Arif Satria, dalam peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Menurutnya, pembangunan bandar antariksa merupakan salah satu agenda strategis BRIN untuk memperkuat kemandirian Indonesia di sektor keantariksaan.

"Salah satu agenda strategis BRIN adalah pembangunan bandar antariksa nasional sebagai gerbang akses Indonesia menuju ruang angkasa," kata Arif.

Dia menjelaskan, Bandar Antariksa Nasional tidak hanya akan difungsikan sebagai lokasi peluncuran satelit. Fasilitas tersebut juga dirancang menjadi pusat ekosistem antariksa nasional yang mendukung seluruh aktivitas keantariksaan, mulai dari peluncuran hingga pengembangan industri berbasis teknologi antariksa.

"Bandar antariksa bukan hanya lokasi peluncuran, tetapi merupakan simpul utama ekosistem antariksa nasional yang akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam menyediakan layanan peluncuran satelit dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Dengan memiliki fasilitas peluncuran sendiri, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada negara lain untuk mengirim satelit ke orbit. Bahkan, menurut Arif, bandar antariksa nasional berpotensi menjadikan Indonesia sebagai penyedia layanan peluncuran satelit bagi negara-negara sahabat di kawasan.

Selain memperkuat kemandirian teknologi, proyek tersebut juga diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru melalui berkembangnya industri antariksa nasional.

Arif mengungkapkan, pembangunan bandar antariksa turut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BRIN dan otoritas antariksa India untuk memperkuat kerja sama di bidang keantariksaan.

"Interaksi BRIN dengan India semakin kuat. Apalagi setelah kemarin ditandatangani kerja sama serta pembicaraan tingkat tinggi antar dua pimpinan negara," ungkapnya.

Untuk lokasi pembangunan, BRIN menilai Pulau Biak di Papua sebagai kawasan yang paling potensial. Letaknya yang dekat dengan garis khatulistiwa dinilai memberikan keuntungan teknis sehingga peluncuran satelit menjadi lebih efisien.

"Itu salah satu lokasi yang kita anggap sangat efisien karena kedekatan dengan orbit. Karena itu adalah wilayah yang memang sudah dari dulu diperhitungkan secara saintifik," jelas Arif.

Menurutnya, kehadiran Bandar Antariksa Nasional juga akan memicu tumbuhnya berbagai industri pendukung, mulai dari manufaktur komponen, material maju, avionik, telemetri, logistik, sistem kendali misi, hingga layanan ekonomi berbasis antariksa.

"Pembangunan bandar antariksa ini juga akan mendorong tumbuhnya berbagai industri pendukung, mulai dari manufaktur, material maju, avionik, telemetri, logistik, sistem kendali misi, hingga berbagai layanan ekonomi berbasis antariksa yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Topik Menarik