Gawat! Iran Ancam Tak Lanjutkan Negosiasi dengan AS

Gawat! Iran Ancam Tak Lanjutkan Negosiasi dengan AS

Berita Utama | inews | Selasa, 7 Juli 2026 - 15:01
share

TEHERAN, iNews.id - Iran tak akan memulai negosiasi lanjutan jika Amerika Serikat (AS) masih melanjutkan pendekatan ancaman terhadap negaranya. Kedua negara sedianya melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan damai final selama 60 hari sejak penandantanganan MoU gencatan senjata pada 17 Juni lalu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan, negosiasi tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut. Dia mengutip Paragraf 13 MoU Islamabad yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

"Paragraf 13 dari MoU jelas, negosiasi untuk mencapai kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut. Hormati tanda tangan Anda," tulis Araghchi, merujuk kepada Trump, dalam pernyataan di media sosial X, dikutip Selasa (7/7/2026).

Pendandantanan MoU yang terdiri atas 14 poin itu menandai dimulainya negosiasi lanjutan dalam waktu 60 hari. Negosiasi membahas beberapa isu sensitif yang belum disepakati dalam MoU, salah satunya program nuklir Iran.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi beberapa jam setelah Trump memperingatkan AS siap menggunakan kekuatan militer jika diplomasi gagal. Trump mengulangi pernyataannya bahwa Iran tidak boleh pernah memiliki senjata nuklir.

"Kita akan membuat kesepakatan atau akan merampungkan tugas ini (operasi militer). Oke, dan menyelesaikan tugas ini tidak akan sulit," katanya, di Gedung Putih.

"Saya lebih suka mencapai kesepakatan, karena tidak ingin mempengaruhi 91 juta orang," ujarnya, merujuk pada jumlah penduduk Iran.

Sebeluymnya Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga mengancam akan membunuh pemimpin Iran yang berupaya menyerang negaranya.

Topik Menarik