Pramono Kaji Usulan Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp5.000, Transjabodetabek Rp10.000

Pramono Kaji Usulan Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp5.000, Transjabodetabek Rp10.000

Terkini | inews | Selasa, 7 Juli 2026 - 11:27
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya menerima usulan kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). DTKJ mengusulkan tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 dan Transjabodetabek Rp10.000.

"Untuk usulan dari dewan transportasi tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta saya sudah mendapatkan usulan tersebut, nanti kami bahas dan segera memang harus diambil keputusan," kata Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Keputusan mengenai kenaikan tarif moda transportasi tersebut akan dibahas bersama DPRD DKI Jakarta. Pramono menyatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan keluar keputusan kenaikan tarif Transjabodetabek, khususnya rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

"Terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan sehingga sekarang ini memang kita juga sedang membahas dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta mengenai hal tersebut," sambungnya.

Diketahui rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta telah resmi beroperasi pada Kamis (12/3/2026) dengan tarif Rp3.500 untuk tiga bulan pertama. Pemprov DKI Jakarta menyatakan tidak mungkin mempertahankan tarif tersebut karena beban subsidi yang ditanggung pemerintah. 

Sebelumnya, selain usul kenaikan tarif baru, DTKJ juga mengusulkan tarif langganan bagi pengguna Transjakarta. Ketua DTKJ Sugihardjo menyampaikan tarif langganan ini mengadopsi skema yang diterapkan di berbagai negara. 

Dia menuturkan, bila Pemprov DKI Jakarta menyetujui tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 sekali perjalanan (Trans-Jakarta Non BRT, BRT dan Mikrotrans), maka pelanggan bisa mendaftar biaya langganan sebesar Rp200.000 untuk sebulan.

“Kalau tarif normal Rp5.000 berangkat dan Rp5.000 pulang, sebulan sekitar Rp250.000. Nah kalau menggunakan tarif langganan, kami mengusulkan ada diskon 20 persen sehingga cukup membayar Rp200.000,” kata Sugihardjo kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Selian tarif langganan bulanan, DTKJ juga mengusulkan adanya tarif mingguan. Namun terkait nominal tarif mingguan ini, pihaknya masih harus melakukan pembahasan mendalam.

“Tarif langganan mingguan atau dua mingguan juga akan kami usulkan. Tetap ada potongan harga, meski kemungkinan besar tidak sebesar paket bulanan. Besarannya masih akan dibahas,” ucapnya.

Topik Menarik