Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi keleluasaan kepada Iran untuk menggelar upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sehingga proses negosiasi damai terhenti selama seminggu.
Trump menegaskan, Iran sangat ingin berdamai dengan AS, sehingga Washington bersedia menghentikan negosiasi demi memberi jalan bagi prosesi pemakaman Khamenei.
Khamenei terbunuh dalam bersama empat anggota keluarganya dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap kediamannya di kompleks pemerintahan di jantung Kota Teheran pada 28 Februari lalu.
Prosesi pemakaman Khamenei dimulai Jumat (3/7/2026) dan dihadiri perwakilan dari 100 negara lebih.
Jenazah Khamenei, berselimut bendera Iran, disemayamkan di Imam Khomenei Mosalla Grand Mosque.
Berdasarkan jadwal pemakaman resmi, upacara berlangsung di Teheran pada Jumat (3/7/2026) dan sepanjang akhir pekan seraya memberi kesempatan kepada para pimpinan, pejabat senior, serta perwakilan negara-negara untuk memberikan penghormatan terakhir.
Upacara publik dijadwalkan pada akhir pekan (4-5/7/2026), disusul prosesi pemakaman utama di Teheran pada Senin (6/7/2026). Prosesi pemakaman kemudian berpindah ke Qom pada Selasa (7/7/2026).
Kemudian pada Rabu (8/7/2026), upacara dijadwalkan digelar di Irak, termasuk Baghdad, Najaf, dan Karbala. Jenazah akan diterima oleh tokoh agama dan politik sebelum dibawa ke tempat-tempat suci Syiah.
Upacara penguburan dijadwalkan pada 9 Juli di Makam Imam Reza di timur laut Kota Mashhad, salah satu kota terbesar dan rumah bagi tempat-tempat suci Syiah di Iran.
Iran dan AS akan memasuki negosiasi lanjutan setelah meneken MoU perjanjian damai pada 17 Juni lalu yang berlaku 60 hari. Perundingan lanjutan akan membahas beberapa isu sensitif yang belum diatur dalam MoU, termasuk program nuklir dan nasib Selat Hormuz.










