BNPB: Kekeringan Dominasi Bencana saat Kemarau, Ribuan Warga Terdampak

BNPB: Kekeringan Dominasi Bencana saat Kemarau, Ribuan Warga Terdampak

Terkini | inews | Kamis, 25 Juni 2026 - 15:54
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kekeringan masih mendominasi di sejumlah daerah seiring meningkatnya wilayah yang memasuki musim kemarau. BNPB merangkum pada periode Rabu (24/6/2026), pukul 07.00 WIB, hingga Kamis, (25/6/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat kejadian tanah longsor, banjir rob, gempa bumi, serta kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan keringan melanda Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebanyak 42 kepala keluarga atau 125 warga di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro terdampak fenomena tersebut. 

"BPBD Kabupaten Boyolali telah menyalurkan bantuan air bersih yang dilaporkan tersalurkan secara merata, aman, dan tertib kepada seluruh warga yang membutuhkan," ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6/2026).

Pria yang akrab disapa Aam itu menambahkan, tanah longsor terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, (22/6/2026), sekitar pukul 04.00 WITA. Bencana itu berdampak pada 10 kepala keluarga atau 39 warga yang mengungsi serta 25 kepala keluarga atau 87 warga berisiko terdampak bencana tanah longsor di Desa Oinlasi, Kecamatan Kie. 

Pemerintah daerah bersama BPBD telah membangun tenda pengungsian, menyalurkan sembako, serta memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Kie kepada para pengungsi. 

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIT, yang menghanguskan sekitar 50 hektare lahan di Kampung Mekar Sari, Distrik Bomberay. Tim gabungan berhasil mengendalikan api pada pukul 17.00 WIT di hari yang sama dan hingga kini kondisi di lokasi dilaporkan kondusif dengan pemantauan yang terus dilakukan.

Aam mengatakan BNPB juga terus memantau perkembangan sejumlah kejadian bencana yang masih dalam penanganan. Di Jawa Barat, kekeringan yang mulai terjadi pada Selasa, (9/6/2026) melanda Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. 

"Di Kabupaten Bekasi, bencana ini berdampak pada 2.172 kepala keluarga atau 5.425 jiwa, dengan status siaga darurat yang telah ditetapkan sejak 10 Juni hingga 30 September 2026," kata Aam.

Dia pun mengungkapkan BPBD Kabupaten Bekasi telah mendistribusikan 5.000 liter air bersih kepada 30 kepala keluarga atau 85 warga di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, dengan total akumulasi distribusi mencapai 130.000 liter. 

Selanjutnya, bencana kekeringan di Kabupaten Bogor berdampak pada 1.141 kepala keluarga atau 4.092 jiwa, dengan status siaga darurat yang juga berlaku sejak 10 Juni hingga 30 September 2026. BPBD Kabupaten Bogor terus menyalurkan bantuan air bersih, termasuk 5.000 liter yang telah didistribusikan ke wilayah Kecamatan Nanggung.

Di Jawa Tengah, sejumlah kejadian kekeringan dan banjir rob turut menjadi perhatian. Banjir rob di Kabupaten Pati yang berdampak pada 127 kepala keluarga dengan 73 unit rumah terdampak, berdasarkan data mutakhir, Rabu (24/6/2026), menunjukkan kondisi yang berangsur surut, dengan kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, pendidikan, dan layanan kesehatan yang masih dapat terpenuhi dengan baik. 

"Kekeringan di Kabupaten Banjarnegara yang terjadi pada periode Juni 2026 berdampak pada 339 kepala keluarga atau 2.069 jiwa, dengan status siaga darurat yang telah ditetapkan sejak 22 Juni hingga 19 September 2026, dan BPBD setempat telah mendistribusikan 6.000 liter air bersih," katanya.

Kekeringan juga melanda Kabupaten Klaten pada periode Juni 2026 dengan dampak mencapai 2.161 kepala keluarga atau 6.859 warga, di mana distribusi air bersih hingga 24 Juni 2026 telah mencapai 121 tangki atau setara dengan 605.000 liter air. 

Selain itu, kekeringan di Kabupaten Cilacap yang terjadi sejak (9/6/2026) berdampak pada 667 kepala keluarga atau 2.386 warga, dengan BPBD setempat yang telah menyalurkan 25.000 liter air bersih kepada 523 kepala keluarga atau 1.932 jiwa di Kecamatan Adipala, Patimuan, Kampung Laut, dan Gandrungmangu.

Di luar Jawa, Aam juga melaporkan sejumlah bencana juga terus dipantau. Kekeringan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang terjadi pada Selasa (23/6/2026) berdampak pada 4.245 kepala keluarga atau 12.008 warga, dengan distribusi air bersih hingga 24 Juni 2026 yang telah menjangkau empat desa dan sembilan dusun dengan total volume 450.000 liter. 

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah yang mulai terjadi pada Kamis (15/1/2026) masih menjadi perhatian dengan total luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 24 Juni 2026 mencapai 457,22 hektare, bertambah 0,44 hektare dibandingkan laporan sebelumnya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status siaga darurat sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah daerah diharapkan terus memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak serta memperkuat langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana. 

"Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kondisi yang dapat memicu terjadinya bencana," ucap dia.

Topik Menarik