1.000 Orang Lebih Terinfeksi Ebola dalam Sebulan, Ratusan Pasien Meninggal Dunia

1.000 Orang Lebih Terinfeksi Ebola dalam Sebulan, Ratusan Pasien Meninggal Dunia

Gaya Hidup | inews | Kamis, 25 Juni 2026 - 11:26
share

JAKARTA, iNews.id – Wabah Ebola di Republik Demokratik (DR) Kongo terus menimbulkan kekhawatiran. Dalam waktu sekitar satu bulan sejak wabah diumumkan, lebih dari 1.000 orang dilaporkan terinfeksi virus tersebut dan ratusan pasien meninggal dunia.

Data terbaru menunjukkan sedikitnya 260 orang telah kehilangan nyawa akibat infeksi Ebola. Para ahli kesehatan meyakini angka sebenarnya bisa lebih tinggi karena virus diduga telah menyebar selama beberapa pekan sebelum wabah resmi diumumkan oleh pemerintah.

Saat ini, penyebaran kasus masih terkonsentrasi di wilayah timur Kongo, terutama di Provinsi Ituri yang menyumbang lebih dari 90 persen kasus terkonfirmasi. Selain Ituri, kasus juga ditemukan di Kivu Utara dan Kivu Selatan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut wabah kali ini disebabkan oleh spesies Ebola Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang hingga kini belum memiliki vaksin khusus. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga medis dalam mengendalikan penyebaran penyakit.

Tenaga kesehatan menjadi kelompok yang paling rentan terpapar virus karena berinteraksi langsung dengan pasien. WHO mencatat puluhan petugas kesehatan ikut terinfeksi selama wabah berlangsung dan sejumlah di antaranya meninggal dunia.

Selain tingginya angka kasus, situasi keamanan di kawasan terdampak juga memperumit penanganan wabah. Konflik bersenjata yang masih berlangsung di beberapa wilayah timur Kongo membuat akses tim medis dan bantuan kemanusiaan menjadi terbatas.

Kekhawatiran penyebaran lintas negara juga meningkat setelah Uganda melaporkan sejumlah kasus Ebola. Sementara itu, Prancis baru-baru ini mengonfirmasi satu kasus Ebola pada seorang dokter yang baru kembali dari misi kemanusiaan di Kongo.

Meski demikian, WHO menegaskan risiko penyebaran global masih tergolong rendah. Organisasi tersebut meminta negara-negara tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama melalui pemantauan pelaku perjalanan dari daerah yang terdampak wabah.

Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) menilai wabah Ebola yang sedang berlangsung saat ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah apabila laju penularannya tidak segera ditekan.

Berbagai upaya kini terus dilakukan, mulai dari pelacakan kontak erat, penguatan layanan kesehatan, hingga edukasi masyarakat mengenai cara mencegah penularan virus yang menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh penderita tersebut.

Topik Menarik