Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit

Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit

Terkini | inews | Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:44
share

WASHINGTON, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance menegaskan, kritikan terhadap Israel bukan selalu berarti anti-Semit. Vance mengecam keras tindakan Israel yang terus menggempur Lebanon, merusak upaya damai yang tengah dibangun AS bersama Iran.

"Setiap kritik terhadap keputusan kebijakan Bibi (Benjamin) Netanyahu belum tentu mengarah pada antisemitisme," kata Vance, dalam wawancara dengan BlazeTV, akun YouTube berhaluan konservatif, seperti dilaporkan kembali Anadolu, Jumat (19/6/2026).

Vance menegaskan, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pesan yang sangat tegas, yakni berbeda pendapat dengan Netanyahu mengenai bagaimana cara mengakhiri perang melawan Iran.

Seperti diketahui AS dan Israel melakukan serangan gabungan ke Iran pada 28 Ferbruari lalu sebelum Trump mengumumkan gencatan senjata pada 7 April waktu Washington DC.

"Mereka (Israel) adalah mitra yang baik seperti halnya Inggris atau Prancis. (Namun) Bukan berarti bahwa kita akan selalu memiliki kepentingan yang selaras," ujarnya.

Vance lalu menegaskan kembali, penentangan terhadap kebijakan pemerintah Israel tidak boleh secara otomatis dilabeli sebagai antisemitisme.

"Terkadang kritik terhadap pemerintah Israel dapat diungkapkan dengan cara anti-Semit. Bukan berarti setiap kritik terhadap keputusan kebijakan Bibi Netanyahu mengarah pada antisemitisme," katanya.

Vance mencontohkan tokoh konservatif AS, Charlie Kirk, yang dibunuh pada September 2025. Kasus tersebut memberikan pelajaran berharga.

"Charlie sangat khawatir tentang pengaruh Israel dalam politik Amerika. Dia juga sangat tidak menyukai anti-Semitisme," katanya.

Topik Menarik