David Pajung Soroti Kisruh Diskusi di UGM, Sebut Kampus Harus Terbuka pada Perbedaan Gagasan

David Pajung Soroti Kisruh Diskusi di UGM, Sebut Kampus Harus Terbuka pada Perbedaan Gagasan

Terkini | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 22:05
share

JAKARTA, iNews.id - Aktivis 98 Pro Prabowo Gibran, David Pajung menyoroti diskusi yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berujung kisruh. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi sebuah anomali di lingkungan kampus.

David menilai, lingkungan perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang terbuka untuk menerima perbedaan pandangan dan gagasan.

"Ini adalah anomali dan paradoks sebuah kampus yang harusnya di situ menerima perbedaan gagasan," ujar David dalam program Interupsi bertajuk 'Kisruh Diskusi UGM: Ruang Dialog atau Konflik?' yang disiarkan di iNews, Kamis (18/6/2026).

David turut menyayangkan polemik yang muncul dalam forum 'Kopdar Bareng Mas Dar' hingga terjadi aksi pengusiran. Menurutnya, mahasiswa seharusnya memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan kritik, meminta penjelasan, dan menagih pertanggungjawaban pemerintah secara terbuka.

Dia menilai, kampus berfungsi sebagai pusat pencarian solusi atas berbagai persoalan bangsa. Karena itu, forum diskusi seharusnya digunakan untuk menguji gagasan dan kebijakan melalui argumentasi yang kuat.

"Kalau melihat pengusiran-pengusiran di forum dialog seperti ini, apalagi sekelas menteri, adik-adik mahasiswa harusnya memanfaatkan momen itu untuk mengejar pertanggungjawaban moral pemerintah, meminta penjelasan secara detail, bahkan memberi masukan," katanya.

David menyebut, tindakan yang terjadi dalam forum tersebut justru menunjukkan hilangnya ruang diskusi yang sehat di lingkungan akademik. Dia menyebut, mahasiswa gagal memanfaatkan kesempatan berdialog secara konstruktif dengan pemerintah.

"Karena ciri salah satu kampus adalah problem solver, tapi itu tidak terjadi karena bagi saya itu terjadi kemandulan intelektual adik-adik mahasiswa kemarin," ucapnya.

Diketahui, dialog itu bertajuk “Kopdar Bareng Mas Dar” yang menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Universitas Gadjah Mada pada, Senin (15/6/2026) malam. 

Namun, dialog tersebut berujung kisruh setelah sekelompok massa merangsek ke atas panggung.

Topik Menarik