Pramono Andalkan AI dan Teknologi Digital, Bidik Jakarta Masuk 20 Kota Global Dunia di 2045
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memperkuat daya saing Jakarta menuju target masuk 20 besar kota global pada 2045. Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan posisi Jakarta sebagai kota global terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan Global City Index, peringkat Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71 dunia. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat transformasi kota.
Untuk mendukung target tersebut, Pemprov jakarta menyiapkan inisiatif Jakarta RISE#20 sebagai kerangka transformasi menuju kota global. Program ini menjadi acuan dalam pembangunan, inovasi layanan dan penguatan daya saing Jakarta.
"Inisiatif ini berfungsi sebagai roadmap untuk memperkuat fondasi pembangunan, mendorong pertumbuhan yang inovatif dan inklusif, serta meningkatkan peran Jakarta di tingkat regional maupun global," ujar Pramono saat menghadiri Indonesia Summit 2026 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Here We Go, Fabrizio Romano Ungkap Kapan Jose Mourinho Diumumkan sebagai Pelatih Real Madrid!
Menurut Pramono, pemanfaatan teknologi, data dan AI kini menjadi kebutuhan utama bagi kota-kota yang ingin bersaing di tingkat global. Karena itu, Jakarta berupaya mempercepat transformasi digital dalam berbagai aspek tata kelola pemerintahan.
"Tema ini sangat relevan karena data, teknologi digital dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa dan kota. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional punya tanggung jawab menjadi penggerak transformasi ini," ujarnya.
Dia menambahkan, daya saing kota pada era algoritma tidak lagi hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik. Ketersediaan talenta, inovasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik juga menjadi faktor penting.
"Karena itu, Pemprov DKI terus mendorong Jakarta menjadi kota global yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Pramono.
Pemanfaatan teknologi dan AI mulai diterapkan pada berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mulai dari mobilitas perkotaan, layanan publik, pengelolaan data spasial, penguatan ekonomi lokal, hingga pengendalian inflasi daerah.
"Pemanfaatan teknologi dan AI mulai diterapkan dalam tata kelola kota. Contohnya melalui Intelligent Traffic Control System, JAKI, Jakarta Satu, digitalisasi pasar tradisional dan UMKM, serta pemanfaatan teknologi oleh TPID untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi Jakarta yang pada Mei 2026 tercatat 2,49 persen year on year," katanya.
Di sektor penanggulangan banjir, Pemprov juga mengoptimalkan sistem pemantauan berbasis CCTV yang terhubung dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta. Informasi dari sistem tersebut dapat diakses masyarakat melalui situs pantaubanjir.com dan digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat saat terjadi potensi banjir.










