Agustinus Bambang Jusana, Sang Maestro Paduan Suara Meninggal Dunia di Usia 56 Tahun

Agustinus Bambang Jusana, Sang Maestro Paduan Suara Meninggal Dunia di Usia 56 Tahun

Terkini | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 14:21
share

JAKARTA, iNews.id – Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Dirigen dan maestro paduan suara Indonesia, Agustinus Bambang Jusana, meninggal dunia pada usia 56 tahun, Selasa 16 Juni 2026.

Informasi wafatnya Agustinus Bambang Jusana beredar luas di media sosial dan dikonfirmasi oleh sejumlah pegiat paduan suara. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.39 WIB di Rumah Sakit Carolus, Jakarta.

Kabar tersebut salah satunya disampaikan oleh Tommy Kandisaputra dari Bandung Choral Society melalui unggahan di Facebook.

Agustinus Bambang Jusana meninggal dunia, Selasa (16/6/2026). (Foto: Instagram)

"Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, Agustinus Bambang Jusana, Selasa 16 Juni 2026, pukul 20.39 WIB di RS Carolus Jakarta. Selamat jalan kawan," tulis Tommy, dikutip Kamis (18/6/2026).

Kepergian Agustinus Bambang Jusana menjadi kehilangan besar bagi dunia paduan suara Indonesia. Selama puluhan tahun, dia dikenal sebagai salah satu dirigen yang berperan penting dalam mengangkat nama Indonesia di panggung paduan suara internasional.

Dalam perjalanan kariernya, Agustinus banyak membina dan melatih kelompok paduan suara dari berbagai daerah dan institusi pendidikan. Berkat tangan dinginnya, sejumlah tim vokal Indonesia berhasil meraih prestasi di kompetisi internasional.

Salah satu pencapaian pentingnya diraih pada 2009 ketika dia menerima penghargaan Best Conductor dalam kompetisi paduan suara di Riva del Garda, Italia. Penghargaan tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu dirigen terbaik Indonesia.

Agustinus juga dikenal melalui berbagai aransemen lagu daerah yang kerap dibawakan di panggung internasional. Aransemen lagu Papua Yamko Rambe Yamko dan lagu Bali Djanger menjadi beberapa karya yang mendapat apresiasi luas dari kalangan pencinta musik paduan suara.

Pada 2016, dia membawa Paduan Suara Universitas Kristen Maranatha tampil dalam konferensi American Choral Directors Association Western Division Conference di Pasadena, California, Amerika Serikat. Penampilan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi paduan suara Indonesia di tingkat internasional.

Setahun kemudian, Agustinus mengantarkan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada meraih gelar Grand Champion pada Malta International Choir Festival.

Prestasi tersebut berlanjut pada 2018 ketika Paduan Suara Perbanas Jakarta meraih Gold Diploma di Florence, Italia. Pada tahun yang sama, dia juga berhasil membawa Blue Singers Manado meraih gelar juara dalam kompetisi paduan suara di Jerman.

Selain aktif sebagai dirigen, Agustinus meninggalkan warisan penting melalui pendirian Svara Deva Male Choir pada 2014. Kelompok paduan suara pria tersebut dikenal sebagai salah satu ensemble vokal yang berkontribusi dalam perkembangan musik paduan suara di Indonesia.

Agustinus Bambang Jusana dikenang sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia musik vokal. Dedikasi dan prestasinya selama lebih dari dua dekade telah membantu membawa paduan suara Indonesia semakin dikenal di kancah internasional.

Topik Menarik