Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
PARIS, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin segera menandatangani nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai dengan Iran. Dia pun menekennya usai KTT G7 di Prancis, Rabu (17/9/2026), padahal sedianya pengesahan resmi MoU dilakukan pada Jumat (19/6/2026) di Jenewa, Swiss.
Mengutip laporan Al Jazeera, penandatanganan tersebut berlangsung tiba-tiba. Dia menandatangani dokumen tersebut sebelum makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles, di luar Kota Paris.
Trump meneken MoU, tidak menunggu hingga Jumat, karena berharap besar poin-poin perjanjian cepat berlaku.
Trump pun memilih untuk menandatangani dokumen tersebut secara digital seraya meminta Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk melakukannya juga.
Disebutkan, Trump berharap dengan penandatanganan itu Selat Hormuz dibuka sesegera mungkin, sehingga pengiriman energi dan barang pulih kembali.
Dengan penandantangan tersebut, MoU telah berlaku
sepenuhnya dengan segala konsekuensinya.
Selain Selat Hormuz, beberapa poin lain dalam MoU adalah sanksi terhadap ekspor minyak Iran telah dicabut.
AS juga akan mencabut blokade maritim terhadap pelabuhan Iran dalam 30 hari. Di pihak lain, Iran akan membersihkan Selat Hormuz dari ranjau dalam 30 hari ke depan.









