Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka

Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka

Terkini | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 07:34
share

PARIS, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran menjelang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) damai antara kedua negara. Trump menegaskan AS siap kembali menyerang Iran jika Teheran tidak mematuhi kesepakatan yang akan diteken pada Jumat (19/6/2026).

"Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak berperilaku baik, kita akan kembali menjatuhkan bom tepat di kepala mereka, oke?" kata Trump, saat menghadiri KTT G7 di Prancis, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2026).

Trump juga menegaskan, perjanjian damai tersebut bukan kesepakatan final akhir dari konflik antara Washington dan Teheran. Menurut dia, AS masih memiliki opsi militer dan dapat kembali melancarkan serangan sewaktu-waktu apabila Iran dianggap melanggar isi kesepakatan.

"Ini adalah nota kesepahaman. Dan jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menembak mereka, menjatuhkan bom tepat di kepala mereka," ujar Trump.

Menurut Trump, dirinya masih bisa memerintahkan perang terhadap Iran jika belum puas dengan pelaksanaan poin-poin dalam MoU yang telah disetujui kedua negara. Naskah kesepakatan tersebut disepakati pada Senin lalu, namun belum resmi disahkan.

MoU itu memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari lagi guna memberikan kesempatan bagi AS dan Iran untuk merundingkan penghentian konflik secara permanen. Gencatan senjata pertama antara kedua negara mulai berlaku pada 7 April waktu AS atau 8 April waktu Iran.

Para pemimpin negara-negara G7 menyambut baik tercapainya kesepakatan tersebut dalam pertemuan yang berlangsung di Kota Evian-les-Bains, Prancis. Mereka berharap langkah itu dapat membuka jalan menuju stabilitas yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, para pemimpin G7 juga mendesak segera diterapkannya gencatan senjata di Lebanon. Seruan tersebut sejalan dengan isi MoU yang meminta penghentian permusuhan antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Meski demikian, situasi di Lebanon masih jauh dari kondusif. Pertempuran memang mereda sejak kesepakatan gencatan senjata pada April, namun tidak berhenti sepenuhnya. Israel bahkan menegaskan tidak menjadi bagian dari kesepakatan tersebut sehingga tetap melanjutkan operasi militernya di Lebanon.

Media pemerintah Lebanon melaporkan, Israel melancarkan serangan udara dan tembakan artileri ke sejumlah kota di wilayah selatan Lebanon sepanjang Rabu (17/6/2026). Sementara itu, sumber keamanan Lebanon menyebut Hizbullah juga melancarkan dua serangan drone terhadap pasukan Israel.

Di Kota Nabatieh, kawasan di sekitar kastil abad pertengahan yang dikuasai pasukan Zionis mengalami kerusakan parah. Banyak bangunan hancur menjadi puing-puing, menciptakan pemandangan yang disebut menyerupai kondisi di Jalur Gaza.

Topik Menarik