Tegas! Hamas Tak Akan Serahkan Senjata ke Israel dan AS
GAZA, iNews.id - Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, bersedia menyerahkan senjata hanya kepada Pemerintah Otoritas Palestina. Hamas harus meletakkan senjata sebagai bagian dari 10 poin proposal perdamaian di Jalur Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Wakil Kepala Kantor Politik Hamas Mousa Abu Marzouk mengatakan kepada kantor berita Rusia RIA Novosti, senjatanya tak akan diberikan kepada pihak luar, apalagi Israel dan AS.
"Senjata hanya bisa diserahkan kepada pihak Palestina, baik itu Otoritas Nasional Palestina atau negara Palestina yang akan datang ke Gaza. Senjata tidak akan pernah diserahkan kepada Israel, struktur afiliasi, atau Amerika Serikat," kata Marzouk, dikutip Kamis (18/6/2026).
Dia menegaskan, pelucutan senjata kelompok-kelompok perlawanan Palestina bermuatan politis. Oleh karena itu, kelompok-kelompok perlawanan Palestina harus mendapatkan perspektif yang jelas. Menurut dia, proposal Trump tidak mengatur secara jelas perlucutan senjata tersebut.
Jika tidak mendapat penjelasan, proses perlucutan ini bisa memicu kekacauan.
"Menurut pengalaman berbagai negara, melucuti senjata pasukan yang mengendalikan Jalur Gaza berarti bergerak menuju perang saudara atau munculnya kekacauan," katanya.
Marzouk mengutip pengalaman Irak, di mana pasukan pendudukan AS membubarkan tentara dan polisi Irak. Hal itu memunculkan masalah baru, yakni kekacauan, perang saudara, serta penyebaran kelompok teroris.
Dewan Keamanan PBB pada November 2025 mengadopsi resolusi yang diajukan AS untuk menyelesaikan konflik di Gaza. Sebanyak 13 dari 15 anggota dewan memberikan suara dukungan, sementara Rusia dan China abstain.










