Gedung SMAN 1 Purwokerto Rusak Parah, Atap Ambruk hingga Tembok Retak

Gedung SMAN 1 Purwokerto Rusak Parah, Atap Ambruk hingga Tembok Retak

Nasional | inews | Selasa, 16 Juni 2026 - 15:11
share

BANYUMAS, iNews.id – Kondisi sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memprihatinkan. Kerusakan parah pada sejumlah bangunan sekolah membuat beberapa fasilitas utama tidak dapat digunakan selama dua tahun terakhir.
Kerusakan tersebut meliputi atap yang ambruk, tembok retak, hingga lantai yang ambles. Kondisi bangunan yang sudah tidak layak pakai diperparah oleh faktor cuaca, sehingga aktivitas sekolah harus disesuaikan agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Kepala SMAN 1 Purwokerto, Tjaraka Tjunduk Karsadi, mengatakan pihak sekolah terpaksa melakukan efisiensi penggunaan ruangan. Salah satu langkah yang diambil dengan menyekat ruang guru untuk digunakan bersama sebagai ruang komunitas belajar dan layanan perpustakaan.

"SMAN 1 Purwokerto memang memiliki beberapa kekurangan fasilitas sekolah, ada kerusakan akibat cuaca dan faktor perawatan," ujar Tjakra di lokasi, Selasa (6/6/2026).

Menurutnya, ruang perpustakaan, laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta beberapa ruangan lain mengalami kerusakan cukup parah. Padahal, bangunan tersebut baru dibangun pada tahun 2010 dan sudah tidak dapat difungsikan selama dua tahun terakhir.

Dia menjelaskan, sekolah sebenarnya membutuhkan empat ruang laboratorium komputer untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Namun, saat ini hanya dua ruang yang dapat dimanfaatkan. 

Keterbatasan tersebut diperburuk oleh kondisi perangkat komputer yang sebagian besar sudah usang dan jumlahnya terbatas karena belum mendapatkan bantuan peremajaan dalam waktu yang lama.

Sementara itu, Komite Sekolah SMAN 1 Purwokerto terus mendorong upaya percepatan perbaikan gedung. Perwakilan Komite Sekolah, Amrin Maruf, menegaskan bahwa pihaknya meminta manajemen sekolah untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat guna memperoleh dukungan anggaran.

Selain itu, komite sekolah juga menggalang dukungan dari jaringan alumni lintas generasi untuk turut berkontribusi bagi almamater mereka. "Kita berkoordinasi, semuanya kita dorong untuk bisa membantu," kata Amrin.

Meski demikian, Amrin mengakui bahwa perbaikan kerusakan struktural berskala besar pada gedung bertingkat tidak dapat sepenuhnya mengandalkan swadaya masyarakat maupun bantuan alumni.

Hingga kini, kerusakan pada bangunan lantai tiga dan gedung di bawahnya belum pernah diperbaiki. Berdasarkan perhitungan sementara, rehabilitasi gedung membutuhkan anggaran sekitar Rp11 miliar.

Pihak sekolah dan komite berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus serta segera mengalokasikan anggaran untuk merehabilitasi gedung SMAN 1 Purwokerto yang saat ini masuk kategori rusak berat.

Topik Menarik