Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
TEHERAN, iNews.id - Iran siap menghadapi semua skenario terkait kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS). Nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani kedua negara pada Jumat (19/6/2026) merupakan langkah penting untuk mengakhiri perang, namun bukan konflik sesungguhnya.
Iran dan AS masih akan melanjutkan perundingan damai, membahas program nuklir, rudal, dan lainnya, selama 60 hari setelah penandatanganan MoU pada Jumat mendatang.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, belum ada kesepakatan akhir yang disetujui kedua pihak.
"Apa yang telah disepakati merupakan langkah penting menuju penghentian perang dan dimulainya negosiasi, dan kesepakatan akhir masih belum terwujud. Republik Islam Iran telah mempersiapkan diri untuk semua opsi," kata Pezeshkian, di media sosial X, dikutip Selasa (16/6/2026).
Dia menegaskan, pemerintah Iran akan terus melayani rakyat, dengan atau tanpa kesepakatan akhir dengan AS.
Menurut Pezeshkian, Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei memainkan peran penting dalam penyusunan MoU dengan AS.
"Bimbingan Pemimpin Tertinggi yang terhormat memainkan peran terbesar dalam memasukkan klausul untuk melindungi kepentingan nasional Iran, dan kita berterima kasih kepadanya atas hal itu," tulisnya.
Iran dan AS mengonfirmasi penyelesaian naskah MoU tersebut pada Senin (15/6/2026). MoU menyepakati penghentian aksi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.
Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan, MoU perjanjian damai dengan Iran secara de facto telah ditandatangani.
Setelah penandatanganan MoU, kedua pihak akan memulai negosiasi mengenai kesepakatan akhir guna menyelesaikan masalah nuklir Iran dan sanksi AS terhadap Teheran.










