Pencarian Korban Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Ditutup, 6 Tewas
JAKARTA, iNews.id - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) korbanledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, ditutup setelah sembilan pencarian. Hingga kini, tercatat enam orang tewas dan belasan rumah rusak.
“Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026 resmi ditutup pada Senin (8/6/2026) setelah berlangsung selama sembilan hari,” kata Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan, Selasa (9/6/2026).
Meski operasi pencarian telah berakhir, proses penyidikan dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan guna mengungkap secara menyeluruh penyebab peristiwa tersebut.
"Sampai saat ini kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan,” ujar dia.
“Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri terhadap sejumlah sampel yang telah dikirim untuk diteliti lebih lanjut," katanya.
RI Jadi Negara Tujuan Kejahatan Transnasional, Interpol Dorong Pemerintah Bentuk Task Force
Kasie Ops dan Siaga Basarnas Biak, Andarias Alik mengatakan, keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah tim tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun temuan baru di lokasi kejadian.
"Pada hari kesembilan tidak ditemukan lagi serpihan maupun indikasi keberadaan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta keluarga korban, Operasi SAR Gabungan resmi ditutup pada 8 Juni 2026 pukul 18.20 WIT," katanya.
Basarnas mencatat bahwa selama operasi berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan enam korban meninggal dunia. Adapun tiga korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi resmi dari Tim DVI Polri.










