Dapur SPPG di Bangkalan Tutup Sementara, Ribuan Siswa Tak Dapat MBG
BANGKALAN, iNews.id – Keberlangsungan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah mulai menemui ganjalan. Sejumlah Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menghentikan aktivitas pendistribusian makanan kepada para siswa penerima manfaat.
Berdasarkan penuturan pihak sekolah, penghentian sementara ini terjadi lantaran anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum kunjung turun atau cair. Alhasil, ratusan siswa di wilayah tersebut kini tidak lagi menerima jatah makanan sehat mereka untuk sementara waktu.
Salah satu sekolah terdampak yang kini tidak lagi mendapatkan pasokan makanan gratis tersebut adalah SD Negeri Kemayoran 1 Kabupaten Bangkalan.
Suasana berbeda terlihat saat memasuki jam istirahat sekolah. Ratusan siswa tampak hanya asyik bermain di halaman sekolah. Padahal biasanya, momen istirahat menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu karena para murid akan langsung tertib mengantre untuk menerima kotak omprengan menu makanan bergizi masing-masing.
Pihak otoritas sekolah menjelaskan bahwa mereka telah menerima surat pemberitahuan resmi terkait penghentian pasokan makanan ini sejak Jumat pekan lalu. Distribusi makanan gratis tersebut dinyatakan setop total hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Informasi pembekuan sementara ini dikirimkan langsung oleh manajemen SPPG setempat yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bangkalan.
Alasan utama yang disampaikan kepada pihak sekolah murni karena kendala finansial, di mana anggaran operasional hilir belum dikucurkan oleh pihak Badan Gizi Nasional selaku pemegang otoritas anggaran pusat.
Kepala SDN Kemayoran 1 Bangkalan, Eka Nurhayati mengatakan, program pemenuhan gizi anak-anak di sekolahnya harus terhenti akibat kendala birokrasi anggaran.
"Pihak pengelola dapur pada hari Jumat kemarin sudah menyampaikan kepada kami bahwa mulai tanggal 8 Juni dan sampai waktu yang tidak ditentukan, mereka belum bisa mengirimkan makanan ke sekolah," ungkap Eka Nurhayati, Selasa (9/6/2026).
Mandeknya program MBG di Bangkalan ini memicu kekhawatiran dari kalangan orang tua murid dan guru. Mereka berharap Badan Gizi Nasional bersama instansi terkait di tingkat pusat segera mengurai kendala administrasi pencairan dana operasional tersebut.
Dana MBG Sudah Dicairkan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang buka suara soal isu operasional sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara karena dana dari BGN belum cair. Nanik mengatakan dana operasional untuk dapur MBG sudah dicairkan sejak Jumat pekan lalu.
"Ada bagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Jadi memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan," kata Nanik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, BGN sudah mencairkan Rp5 triliun untuk operasional dapur MBG, termasuk di Aceh. Dia menuturkan isu terkait pencairan dana tersebut hanya masalah teknis.
"Jadi kalau nggak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya Bu (Arumsari, Wakil Kepala BGN) dicairkan hari ini. Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja," kata Nanik.










