Rambut Rontok Jadi Alarm Tubuh, Selain Genetik, Stres dan Gaya Hidup Jadi Penyebab
JAKARTA, iNews.id - Rambut rontok menjadi persoalan yang dialami banyak perempuan dengan latar belakang aktivitas berbeda. Mulai dari pelari, pekerja industri kreatif, hingga pegiat olahraga, semuanya menghadapi tantangan serupa yang berdampak tidak hanya pada penampilan, tetapi juga pada kondisi emosional dan rasa percaya diri.
Bagi sebagian orang, rambut rontok muncul setiap kali keramas atau menyisir rambut. Jumlah helai rambut yang jatuh dianggap berlebihan sehingga memicu rasa insecure dan membuat mereka enggan tampil di luar rumah. Kondisi tersebut kemudian mendorong upaya perawatan rambut secara lebih konsisten, sekaligus memantau perkembangan rambut dari waktu ke waktu. Perubahan kecil seperti munculnya baby hair di area hairline menjadi tanda bahwa rambut mulai tumbuh kembali.
Andre Taulany Sebut Nama Belakangnya Hanya untuk Orang Baik, Erin Wartia Tersinggung: Saya Gak Baik?
Tekanan pekerjaan juga menjadi faktor yang sering dikaitkan dengan kerontokan rambut. Saat tenggat pekerjaan menumpuk dan stres meningkat, rambut menjadi salah satu bagian tubuh yang pertama merasakan dampaknya. Kerontokan yang terlihat jelas saat keramas atau menyisir rambut membuat sebagian orang merasa down. Namun, melalui perawatan diri yang lebih teratur dan perubahan cara pandang, proses pemulihan rambut dipandang sebagai perjalanan yang berlangsung bertahap. Pertumbuhan baby hair kemudian menjadi simbol dari progres kecil yang patut diapresiasi.
Aktivitas fisik intensif juga dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan rambut. Pelari dan pegiat olahraga mengaku sering menemukan banyak rambut rontok setiap kali melepaskan ikatan rambut setelah latihan. Meski demikian, mereka memilih tetap konsisten merawat rambut sambil menjalani rutinitas olahraga. Pertumbuhan rambut baru dianggap sebagai hasil dari perawatan dan proses yang dijalani secara berkelanjutan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa rambut rontok tidak selalu dipandang sebagai kekurangan semata. Bagi sebagian perempuan, kerontokan menjadi bagian dari perjalanan merawat diri dan mengenali proses pertumbuhan, baik secara fisik maupun mental. Fokus mereka perlahan bergeser dari rasa khawatir terhadap rambut yang hilang menuju perhatian pada rambut baru yang mulai tumbuh kembali.
"Siklus pertumbuhan rambut ditandai dengan aktifnya kembali folikel rambut yang memicu kemunculan baby hair. Kehadiran baby hair yang kerap terabaikan menjadi bukti nyata bahwa di balik setiap kerontokan, selalu ada proses pemulihan dan kekuatan baru yang sedang bertumbuh," ujar Shakina Dharma, Demand Generation Lead for Premium Hair and Innovation dalam keterangan pers dilansir Selasa (9/6/2026).
Dia mengingatkan kunci mengatasi rambut rontok berawal dari kulit kepala yang sehat sehingga rambut dapat tumbuh lebih kuat.
Shavira Agatha, seorang pelari dan entrepreneur mengungkapkan pengalamanya dalam mengatas rambur rontok. "Tiap pegang rambut, tiap keramas, selalu ada rambut rontok yang banyak banget. Sebagai perempuan, itu bikin down dan insecure sampe enggak mau keluar rumah," katanya.
"Still, selama ada yang bisa aku lakukan untuk memperbaiki, aku akan lakukan. Aku mulai rawat rambut pakai Dove dengan konsisten, dan yang enggak kalah penting, aku dokumentasiin progresnya. Di sinilah fokusku mulai berubah. Perlahan, aku liat baby hair kecil mulai tumbuh di hairline," ujar Shavira Agatha.
Bagi Shavira tumbuh lebih dari sekadar rambut sehat. "Selama kita hidup, kita akan terus tumbuh. We just need to know where to look to find growth," ucapnya.
Sementara Asida Dara, pekerja industri kreatif mengungkapkan stres menjadi salah satu masalah pada rambutnya. "Ada masanya juga aku enggak punya waktu untuk diri sendiri, terutama ketika deadline menumpuk di satu waktu. Di sini, stres juga menumpuk dan rambutku lah yang pertama kali merasakannya," kata Asida.
Pegiat olahraga sekaligus konten kreator Namira Adjani mengungkapkan aktivitas lari yang dijalaninya hampir setiap hari memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mentalnya. Namun, di balik rutinitas latihan yang padat, dia juga menghadapi masalah rambut rontok akibat sering mengikat rambut saat berolahraga.
“Buatku, lari bukan cuma olahraga. Lari bantu aku lebih in-touch sama diri sendiri dan jadi lebih sehat, physically and mentally. Dengan beban latihan kayak gini hampir setiap hari, rambutku juga kena impact-nya. Setiap lepas ikat rambut abis lari, rontoknya banyak banget!" ujarnya.
Dia menambahkan, konsistensi dalam merawat rambut sejalan dengan prinsip yang diterapkannya saat berlatih lari. “Sama seperti lari, aku percaya dengan konsistensi usaha dan proses pertumbuhan yang aku jalani. With great care, baby hair selalu tumbuh ngegantiin tiap helai yang hilang. Enggak cuma rambutku yang tumbuh, tapi akunya juga," kata Namira Adjani.










