Nafkah dari Insanul Fahmi Tak Cukup, Wardatina Mawa Pilih Berjuang Sendiri demi Anak

Nafkah dari Insanul Fahmi Tak Cukup, Wardatina Mawa Pilih Berjuang Sendiri demi Anak

Gaya Hidup | inews | Selasa, 9 Juni 2026 - 11:36
share

JAKARTA, iNews.id - Proses perceraian antara Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi masih bergulir di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan, Sumatra Utara. Di tengah polemik rumah tangganya, Mawa mengaku sudah tidak ingin menggantungkan hidup kepada sang suami dan memilih berjuang sendiri memenuhi kebutuhan anaknya.

Mawa mengatakan, saat ini dirinya tetap aktif bekerja demi memastikan kebutuhan buah hatinya terpenuhi. Dia mengaku tak lagi memiliki ekspektasi besar terhadap nafkah yang diberikan Insanul Fahmi.

Pernyataan tersebut disampaikan Mawa saat menanggapi kabar mengenai tuntutan nafkah anak senilai Rp25 juta per bulan yang tercantum dalam gugatan cerainya. Namun, dia mengaku tidak mengetahui asal-usul nominal tersebut.

"Aku enggak tahu ya itu (nominal Rp25 juta) tahunya dari siapa sebenarnya. Cuma ya sudah, apa pun itu enggak apa-apa sih. Aku sih enggak berharap banyak ya. Jadi aku yang penting lebih pengin berjuang sendiri saja," ujar Wardatina Mawa saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Perempuan yang dikenal aktif di media sosial itu juga menegaskan dirinya tidak pernah menuntut apa pun kepada suaminya. Bahkan, dia mengaku sudah lama tidak memantau rekening untuk melihat apakah ada kiriman nafkah atau tidak.

"Aku enggak pernah nuntut apa-apa. Enggak pernah nuntut apa-apa sama sekali, enggak pernah. Dikasih ya alhamdulillah, enggak dikasih juga aku enggak pernah tahu notifikasi dari rekening tuh aku enggak pernah lihat juga," katanya.

Saat ditanya mengenai konsistensi pemberian nafkah selama proses perceraian berlangsung, Mawa memberikan jawaban yang mengindikasikan aliran dana dari suaminya tidak selalu berjalan lancar.

"Kalau aku bilang kurang lancar gimana ya?" ucapnya.

Lebih lanjut, Mawa menilai nominal yang selama ini diberikan Insanul belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sang anak secara menyeluruh. Meski demikian, dia memilih untuk tidak mempermasalahkan hal tersebut dan tetap bersyukur atas apa yang diterima.

"Bulanan itu bukan untuk anak ya, maksudnya ya tetap-tetap untuk anak tapi menurut aku enggak sampai, enggak bisa untuk anak juga (nominalnya). Tapi ya enggak apa-apa, it’s okay," kata Wardatina Mawa.

Meski mengakui nafkah yang diterima belum memadai, Mawa enggan memperkeruh hubungan dengan suaminya di tengah proses hukum yang masih berjalan. Dia memilih fokus pada pekerjaannya dan membesarkan anak dengan kemampuan yang dimilikinya.

"Ya alhamdulillah ada. Aku enggak mau menjelek-jelekkan, cuma ya alhamdulillah lah, banyak disyukuri saja," ujar Mawa.

Topik Menarik