Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di RI, BMKG: Tak Masuk Zona Megathrust

Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di RI, BMKG: Tak Masuk Zona Megathrust

Terkini | inews | Senin, 8 Juni 2026 - 08:55
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 berpusat di Mindanao, Filipina, yang memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia tidak masuk zona megathrust.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menuturkan, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina. 

"Memang untuk data dari Pusat Gempa Nasional, wilayah Laut Filipina ini sudah tidak masuk dalam zona Megathrust, dan ini adalah zona subduksi,” kata Wijayanto dalam konferensi pers BMKG, Senin (8/6/2026).

Sementara itu, tsunami telah terdeteksi di tiga wilayah Indonesia yakni Loloda, Halmahera Barat (1.67, 127.58) pada 8 Juni 2026 pukul 07.20 WIB dengan tinggi tsunami 0,09 meter. Kemudian, Melonguane, Kepulauan Talaud (3.99, 126.67) pada 8 Juni 2026 pukul 07.27 WIB dengan tinggi tsunami 0,19 meter; dan Ulu Siau, Sitaro (2.73, 125.41) pada 8 Juni 2026 pukul 07.27 WIB dengan tinggi tsunami 0,18 meter.

“Ini tsunami sekitar 9–18 cm, kita terus memonitor di tiga lokasi terdekat. Karena ini masih gelombang pertama, kita akan terus men-update jikalau ada peringatan dini ketiga,” katanya.

Wijayanto memastikan akan terus memonitor kondisi tsunami yang terjadi sebelum mengeluarkan pengakhiran peringatan dini tsunami. 

“Kami akan terus memonitor sampai kondisi dirasa aman sebelum mengeluarkan pengakhiran peringatan dini," ucapnya.

Topik Menarik