Uni Eropa Kutuk Rencana Netanyahu Rebut 70 Wilayah Gaza
BRUSSELS, iNews.id - Uni Eropa mengecam keras rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperluas wilayah kekuasaan Israel di Jalur Gaza menjadi 70 persen.
Hadja Lahbib, komisaris manajemen krisis Uni Eropa, memperingatkan ruang kemanusiaan di Gaza "semakin menyusut" karena kendali militer Israel yang meluas. Dampak dari bergesernya garis depan juga mengganggu pengiriman bantuan dan akses warga sipil ke layanan penting.
“Ruang kemanusiaan Gaza semakin menyusut,” tulis Lahbib, di media sosial X, dikutip Sabtu (30/5/2026).
“Seiring meluasnya kendali militer Israel, garis yang bergeser menghambat pekerja bantuan dan memutus layanan penting, termasuk air bersih," ujarnya, menegaskan.
Selain itu, lanjut Lahbib, keluarga terjebak di antara perbatasan yang bergerak tanpa peringatan.
"Hukum Kemanusiaan Internasional harus dihormati,” ujarnya.
Netanyahu sebelumnya mengatakan, Israel saat ini mengendalikan sekitar 60 persen wilayah Gaza dan memerintahkan perluasan kendali tersebut menjadi 70 persen.
Netanyahu tidak memberikan rincian tentang bagaimana perluasan tersebut akan diwujudkan, termasuk batas waktunya.
Militer Israel menggambar ulang batas operasional beberapa bagian Gaza, di bawah kerangka gencatan senjata bertahap yang diuraikan dalam proposal AS.
Sumber-sumber Palestina dan Hamas mengatakan, batas de facto Israel bergeser lebih jauh ke dalam wilayah Gaza selama beberapa bulan terakhir, mengurangi area untuk warga sipil serta memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah.









